Ankara – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan mengumumkan bahwa konfigurasi kamikaze dari UAV TUSAŞ MŞEK akan dikirimkan pada tahun 2023 mendatang.
Senada dengan itu Direktur Industri Pertahanan Turki Ismail Demir melalui akun Twitternya mengatakan bahwa MŞEK UAV diubah menjadi ‘rudal’ yang mengenai target jarak jauh dengan penerbangan otonom berpemandu GPS.
Kata dia, keberhasilan itu juga merupakan bagian dari partisipasi ROKETSAN dan juga TUSAŞ yang juga terlibat dalam pekerjaan ini.
Melansir defenceturk.net, Jum’at (4/11/22), ada kemungkinan bahwa ROKETSAN telah melakukan studi tentang hulu ledak dan sistem pemandu.
Dalam postingan lain yang dia buat pada 17 Juni 2021, Ismail Demir membagikan gambar tes di mana MŞEK UAV dijatuhkan dari ANKA ke titik-titik tertentu dan menyatakan bahwa pekerjaan untuk meningkatkan kemampuan UAV akan terus berlanjut, serta pengembangan platform UAV.


Sementara itu General Manager Industri Dirgantara Turki (TAI), Dr. Mer Yıldız mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan studi dari TUSAŞ yang bisa terbang lama dengan menargetkan pesawat dengan kecepatan supersonik.
“Kami membutuhkan pesawat target yang terbang dengan kecepatan tinggi, dengan kecepatan supersonik. Kami sedang mengembangkan versi yang lebih cepat dari pesawat MŞEK,” ujarnya.
Dia berharap dengan target yang memiliki kecepatan tinggi itu pihaknya dapat berkomunikasi terus menerus dengan sistem tautan di pesawat.
“Saat kami meluncurkan pesawat target kami di atas ANKA, pesawat target dapat mengirimkan data ke darat di ANKA. Ini adalah bagaimana kami dapat mengirimkan gambar dari kamera pada pesawat target kami ke tanah. Pesawat target kami, yang saat ini dapat mencapai kecepatan 0,9 mach, berencana untuk mencapai kecepatan 1,1 hingga 1,4 mach. Kami juga dapat mentransfer gambar dari ANKA ke infanteri di darat,” jelasnya.
(Red/Sumber)
Post Views: 451






