Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa semua pihak yang terlibat konflik pada perang Palestina-Israel harus menghentikan tindakan apa pun yang meningkatkan ketegangan.
Pada pertemuan fraksi Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di parlemen di ibu kota Ankara, Erdogan mengatakan sebelum tanggal 7 Oktober, ketika konflik meletus, dia berencana mengunjungi Israel tetapi kini dia sudah membatalkan rencananya itu.
“Turki tidak memiliki masalah dengan negara Israel,” katanya seperti dikutip Anadolu Agency, Sabtu (28/10/23).
Erdogan juga mengatakan negaranya tidak akan pernah menyetujui tindakan kekejaman yang dilakukan Israel.
“Hampir setengah dari mereka yang tewas dalam serangan Israel di Gaza sejauh ini adalah anak-anak, hal itu menunjukkan tujuan Israel adalah kebrutalan yang disengaja untuk melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan,” tambah dia.
Menyinggung penyebutan negara Barat yang menuduh Hamas sebagai organisasi teroris, Erdogan menekankan bahwa Hamas bukanlah organisasi teroris, melainkan kelompok pembebasan dan mujahidin yang berjuang melindungi tanah dan warganya.
Dia menggambarkan mereka yang membela dunia dalam perang Rusia di Ukraina namun terdiam soal pembantaian di Gaza, telah “menunjukkan kemunafikan yang paling nyata.”
Menyebut negara-negara di luar kawasan “menambah bahan bakar ke dalam api” dengan mendukung Israel, Presiden Erdogan mengatakan AS akan mengalami kekalahan karena dunia ingin diperintah secara adil.
Turki sangat sedih atas ketidakberdayaan PBB, dan tidak ada yang menganggapnya serius karena PBB menutup mata atas pembunuhan brutal terhadap anak-anak, imbuh Presiden.
Keberatan Turki terhadap struktur Dewan Keamanan PBB yang tidak adil kembali dikonfirmasi oleh berita baru-baru ini, tambah dia, mengacu pada bagaimana resolusi gencatan senjata di Timur Tengah diveto oleh salah satu dari lima anggota tetap dewan tersebut, sebuah struktur DK PBB yang telah lama dikritik oleh Turki.
Erdogan mengulangi slogan reformasi PBB, “Dunia lebih besar dari lima,” mengacu pada komposisi tidak representatif dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang memegang hak veto.
Orang-orang Yahudi tahu betul bahwa Turki adalah satu-satunya negeri yang tidak memiliki anti-semitisme selama berabad-abad, tambah dia.
Konflik di Gaza, yang telah dibombardir Israel sejak 7 Oktober, dimulai ketika Hamas memulai Operasi Badai Al-Aqsa, sebuah serangan mendadak yang mencakup serangkaian peluncuran roket dan infiltrasi ke Israel melalui darat, laut, dan udara.
Serangan tersebut merupakan pembalasan atas penyerbuan Israel di Masjid Al-Aqsa dan meningkatnya kekerasan yang dilakukan oleh pemukim Israel.
Militer Israel kemudian melancarkan serangan udara tanpa henti ke Jalur Gaza.
Hampir 7.200 orang tewas dalam konflik tersebut, termasuk sedikitnya 5.791 warga Palestina dan 1.400 lainnya warga Israel.
Sebanyak 2,3 juta penduduk Gaza telah kehabisan makanan, air, obat-obatan dan bahan bakar, dan konvoi bantuan yang diizinkan masuk ke Gaza hanya membawa sebagian kecil dari apa yang dibutuhkan.
(Red/Sumber)












