Yerusalem – Mufti Yerusalem, Sheikh Mohammed Hussein mengatakan penggerebekan di Masjid Al-Aqsa oleh Menteri Keamanan Nasional Israel telah “menggoyahkan wilayah tersebut”
Mengutip Anadolu Agency, Selasa (3/1/23), Hussein mennegaskan bahwa penggerebekan Masjid Al-Aqsa merupakan penyerangan terhadap agama Islam dan budaya Arab.
Hussein, yang juga orator Masjid al-Aqsa, mencatat bahwa serangan menteri Israel “menarik Muslim dan Arab ke titik berbahaya” dan “mengacaukan kawasan sepenuhnya”.
“Penggerebekan ini mengungkap niat pemerintah sayap kanan Israel untuk mengubah status masjid (Masjid al-Aqsa),” tegasnya.
“Pemerintah Israel terdiri dari ekstremis kanan, pendukung pemukiman, pendukung pendudukan Palestina dan mereka yang berusaha menduduki Masjid Al-Aqsa,” sambungnya.
Sebagaimana diketahui Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel Itamar Ben-Gvir, yang dikenal karena tindakan provokatifnya, telah memasuki Haram-i-Sharif dengan menyerbu Masjid Al-Aqsa di bawah perlindungan ketat polisi Israel.
Ben-Gvir, pemimpin partai “Kekuatan Yahudi”, menjadi Menteri Israel pertama yang bertugas memasuki Masjid Al-Aqsa dalam 5 tahun terakhir.
Sebelum menjadi menteri di pemerintahan yang baru dibentuk, Ben-Gvir sering disebut-sebut karena penggerebekan Masjid al-Aqsa, hasutannya untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap warga Palestina, dan retorika rasisnya selama masa jabatannya sebagai anggota parlemen.
(Red/Sumber)











