MENLU JERMAN SEBUT TIDAK AKAN SUPLAI JET TEMPUR KE UKRAINA

Internasional151 Views
Berlin – Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock , dalam pernyataannya kepada surat kabar Tagesspiegel , mengingatkan bahwa keputusan pengiriman tank ke Ukraina sangat sulit bagi Berlin.
Dia juga mengatakan bahwa negaranya tidak mempertimbangkan untuk memasok jet tempur ke Kiev.
“ Ini adalah keputusan yang sulit. Ini bukan mainan, ini adalah peralatan militer yang berat,”.kata Baerbock seperti dikutip Sputniknews, Ahad (12/2/23).
Oleh karena itu kata dia, penting untuk selalu mempertimbangkan dengan hati-hati bagaimana cara terbaik untuk melindungi diri kita sendiri.
Ketika ditanya tentang tuntutan Presiden Ukraina Vladimir Zelenskiy untuk memasok jet tempur ke rezim Kiev, Baerbock menekankan bahwa Inggris memiliki inisiatif ke arah ini, tetapi tidak ada diskusi tentang masalah ini di Jerman.
“Kami tidak membahas masalah ini. Penting juga bahwa keputusan yang diambil sejauh ini diimplementasikan dengan cepat. Kami saat ini memasok tank tempur, kendaraan tempur infanteri, amunisi, artileri, dan alutsista udara,” terangnya.
Peringatan untuk Baerbock, yang ‘mengakui kesalahannya’ dari Zaharova: Jika Anda tidak tulus, Anda membuat kesalahan yang lebih besar
Sementara itu, sebelumnya Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Mariya Zakharova memperingatkan Menteri Luar Negeri Jerman Baerbock, yang mengakui bahwa kata-katanya bahwa Barat sedang berperang dengan Rusia adalah kesalahan, akan membuat kesalahan yang tidak dapat diperbaiki jika ini adalah kemunafikan baru.
“Jika Anda dengan tulus mengakui kesalahan Anda, Anda akan memahaminya. Kamu harus mengerti. Tetapi jika Anda membuat kemunafikan lagi, itu berarti Anda membuat kesalahan yang tidak dapat diperbaiki,” ujarnya.
Diplomat Rusia ini menambahkan bahwa warning buat Menlu Jerman merupakan hal yang serius.
“Dengar, Annalena, jika menurutmu setiap orang berhak membuat kesalahan karena itu adalah bagian dari kehidupan manusia, maka berhentilah meningkatkan krisis yang membunuh orang dari senjata Barat,” jelasnya.
Dia menerangkan bahwa rezim Zelenskiy yang didukung oleh Jerman telah membantai rakyat Donbass selama delapan tahun.
“ Operasi militer khusus diluncurkan untuk menghentikan pertumpahan darah dan menghilangkan ancaman berubah menjadi perang dunia baru. Tapi penjahat NATO mengobarkan api dan mengubah semua ini menjadi pembantaian besar-besaran,” tandasnya.
(Red/Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *