Brussel – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin menegaskan bahwa NATO akan terus mendukung Ukraina tetapi “tidak akan terseret” ke dalam perang di sana.
“NATO tidak akan terseret ke dalam perang pilihan Rusia, tetapi kami akan mendukung Ukraina karena negara itu berjuang untuk mempertahankan diri,”nujar Austin seperti dikutip Anadolu Agency, Sabtu (15/10/22).
Austin mengatakan “pergolakan pedang nuklir” Presiden Rusia Vladimir Putin adalah “sangat berbahaya”.
Namun dia menolak untuk mengungkapkan bagaimana NATO akan menanggapi serangan nuklir bila akhirnya terjadi di Ukraina.
Pada saat yang sama, dia menekankan bahwa Moskow masih memiliki pilihan “untuk mengakhiri perang ini hari ini.”
Dia memuji sekutu NATO atas “dukungan teguh” yang telah mereka berikan ke Ukraina sejak Februari.
Dia secara khusus berterima kasih kepada pemerintah Spanyol karena menawarkan empat peluncur rudal HAWK ke Kyiv sebagai tanggapan cepat atas permintaan Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov untuk kemampuan pertahanan udara yang lebih banyak.
Menhan AS menjelaskan bahwa “NATO telah menanggapi dengan kuat dan tegas terhadap invasi kekaisaran Rusia,” dan meyakinkan bahwa aliansi tersebut akan terus memperkuat pertahanan kolektifnya.
Selama pertemuan dua hari mereka, para menteri pertahanan NATO juga membahas masa depan misi NATO dan rencana untuk meningkatkan perlindungan infrastruktur penting NATO sehubungan dengan serangan sabotase pada jaringan pipa Nord Stream.






