Jakarta – Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan literasi masyarakat terkait perbankan melalui kantor cabang yang berada di dunia virtual metaverse.
Kata dia, pengembangan metaverse oleh BRI merupakan salah satu implementasi transformasi digital yang tengah dilakukan oleh perseroan.
Lanjutnya, dalam melakukan transformasi digital tersebut, BRI senantiasa mengikuti journey dari para nasabahnya.
Dalam tahap awal era metaverse ini kata dia, BRI akan memanfaatkan teknologi tersebut dengan menghadirkan virtual branch, edukasi perbankan dan layanan digital lainnya yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja.
Digitalisasi ini diharapkan dapat makin memudahkan masyarakat untuk mendapat layanan perbankan secara cepat, mudah, efektif, dan aman.
BRI terus mengedepankan pengalaman pelanggan (customer experience) dalam setiap layanannya.
“Hadirnya BRI ke dalam dunia metaverse diharapkan bisa menjadi journey baru yang menyenangkan untuk customer termasuk di antaranya pelaku UMKM sekaligus dapat menjangkau masyarakat lebih luas lagi,” kata Aestika seperti dikutip Bisnis, Senin (14/11/22).
Aestika juga mengatakan terkait dengan isu prioritas G20 Indonesia, khususnya dalam hal transformasi digital, BRI terus melakukan transformasi digital atau digitalisasi yang dipadukan dengan layanan fisik atau dengan konsep hybrid bank.
Perpaduan keunggulan layanan fisik secara langsung dan digital atau phygital tersebut.
Selain BRI, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BBNI dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI juga terlibat dalam pengembangan metaverse Indonesia.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan melalui Metaverse, BNI sudah mampu menjalankan beberapa program edukasi, promosi, dan marketing untuk memperkenalkan produk unggulan BNI kepada para nasabah.
Dia menuturkan ke depannya Melalui Metaverse, BNI berharap dapat menyampaikan pesan ke seluruh masyarakat Indonesia mengenai era perbankan digital yang dapat melampaui batas, tidak terpengaruh oleh jarak, waktu dan juga akses untuk mendapatkan layanan perbankan.
Dengan adanya akses mengenai informasi secara luas, akan membuka peluang perekonomian Indonesia dengan berbagai kolaborasi yang akan tercipta, seperti para pelaku usaha UMKM yang turut berkontribusi dalam pemulihan ekonomi di Indonesia.
“Kami mau menunjukkan bahwa BNI sebagai bank milik negara dengan mandat sebagai bank Internasional, yang juga mampu memamerkan keunggulan solusi perbankan digital melalui metaverse,” kata Okki.
Sementara Bank Mandiri belum merespons pertanyaan Bisnis mengenai rencana pengembangan layanan di Metaverse.
Akan tetapi, pada Maret 2022, saat memutuskan masuk ke ekosistem Metaverse, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menyampaikan bahwa Metaverse adalah sebuah dunia virtual untuk merealisasikan visi beyond banking.
Metaverse juga merupakan tempat yang ideal untuk melakukan penetrasi perbankan tanpa harus dibatasi oleh ruang fisik.
(Red/Sumber)
Post Views: 247












