SEBUT ADA INDIKASI TIDAK ADIL, SBY NYATAKAN SIAP TURUN GUNUNG PADA PILPRES 2024

Politik221 Views

Jakarta – Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan siap turun gunung menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Kesiapan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu karena dirinya mengetahui adanya indikasi tanda-tanda Pilpres 2024 tak jujur dan tak adil.

Menurutnya, saat ini Indonesia membutuhkan Capres alternatif yang memiliki gagasan nyata.

“Para kader, mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilihan Umum 2024 mendatang. Saya mendengar, mengetahui bahwa ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil,” kata SBY dalam seperti dikutip VIVA, Sabtu (17/9/22).

SBY juga mengaku mendapat kabar jika Pilpres 2024 akan diatur hanya dengan diikuti dua pasangan capres dan cawapres.

“Konon, akan diatur dalam Pemilihan Presiden nanti hanya diinginkan oleh mereka hanya dua pasangan capres dan cawapres saja yang dikendaki oleh mereka,” jelasnya.

Lanjut SBY, ada informasi yang dia peroleh bahwa Demokrat sebagai oposisi akan dipersulit dalam berkoalisi menuju Pilpres 2024.

“Informasinya Demokrat sebagai oposisi jangan harap bisa mengajukan capres-cawapresnya sendiri. Bersama koalisi tentunya. Jahat bukan, menginjak-injak hak rakyat bukan,” terang SBY.

SBY mengatakan pikiran seperti itu bathil. Sebab, menurutnya, berpikir demikian bukan hak mereka.

Dia mengingatkan bahwa pemilu merupakan hak rakyat. “Hak untuk memilih dan hak untuk dipilih. Yang berdaulat juga rakyat,” kata SBY.

“Informasinya Demokrat sebagai oposisi jangan harap bisa mengajukan capres-cawapresnya sendiri. Bersama koalisi tentunya. Jahat bukan, menginjak-injak hak rakyat bukan,” imbuhnya.

SBY mengatakan pikiran seperti itu bathil. Sebab, menurutnya, berpikir demikian bukan hak mereka.

Dia mengingatkan bahwa pemilu merupakan hak rakyat.

“Hak untuk memilih dan hak untuk dipilih. Yang berdaulat juga rakyat,” kata SBY.

Kemudian, ia menyinggung saat dirinya sebagai Presiden RI periode 2004-2014, sudah merasakan penyelenggaraan pemilu selama dua kali termasuk pilpres.

“Dan, ingat selama 10 tahun dulu. Kita di pemerintahan. Dua kali menyelenggarakan pemilu termasuk pilpres, Demokrat tidak pernah melakukan kebathilan seperti itu,” jelas SBY.

 

(Red/Sumber)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *