MN LAPONG
Jakarta, PBSN – Tiba tiba publik dikagetkan lagi dengan pencopotan Kapolri Listyo Sigit plus reshuffle kabinet dalam jumlah yang besar oleh Presiden setelah sebelumnya heboh besar publik yang tak puas atas pencopotan Purbaya.
Tak tanggung- tanggung kagetnya makin bikin heboh, karena Tokoh seperti Rocky Gerung sosok intelektual yang telah menjadi Rausyan Fikr dalam mengedukasi bangsa ini yang terjerumus dalam kedunguan berjamaah, tiba tiba dilantik menjadi Watimpres oleh Presiden Prabowo.
Wartawan pun gatal dan heboh bertanya, “kok mau bang Rocky ikutan jadi pejabat kan selama ini dikenal selalu mengeritik pemerintah?” Rocky Gerung menjawab singkat kepada wartawan, “apa alasan saya untuk menolak.” Jawaban Rocky Gerung dalam dialektika yang kaya makna itu membuat Wartawan terdiam.
Media sosial tak kalah heboh, bahkan rame dan viral dengar komentar komentar dari netizen Indonesia yang dikenal sebagai negara pengguna media sosial terheboh dan 4 besar dunia. Pro kontra dengan Konten lucu, berat, ringan, puas, tak puas plus tak lupa bonus caci maki ikut menyertai reshuffle kabinet kali ini karena masuknya tokoh tokoh aktivis kelas berat seperti Sahganda Nainggolan yang selama ini dikenal dekat dengan Sufi Dasco Wakil Ketua DPR-RI dari Partai Gerindra.
Purbaya di copot, Rocky Gerung sang Radical Break masuk dan Kapolri Listyo Sigit yang merupakan abdi dalem Genk Solo Jokowi itu dicopot, sepertinya menjadi sebuah harga yang harus segera dibayar tunai oleh Prabowo agar perhatian Publik tidak terkonsentrasi atas pencopotan Purbaya yang gejalanya mulai bisa menuai masalah yang merepotkan Prabowo. Apalagi diberapa hasil survey Purbaya makin populer di atas Prabowo.
Terlepas pro-kontra yang menyertainya, namun ada secercah harapan dalam resuffle kabinet kali ini, bahwa kehadiran sosok Rocky Gerung dalam pemerintahan Presiden Prabowo, setidaknya dalam pikiran sebagian publik diyakini akan membawa dampak yang cukup signifikan dalam paradigma dan kinerja kabinet Prabowo.
Rocky Gerung sering mengatakan bahwa kegagalan atau tak moncernya kinerja kabinet Prabowo, diakibatkan oleh para pejabat kabinet tak faham visi dan misi Presiden Prabowo yang orientasinya kepada perwujudan idealisme sosialis seperti yang diharapkan dalam sila ke-5 Pancasila. Rocky Gerung juga mengungkapkan bahwa Prabowo berkeinginan menjadi pemimpin besar sosiali dunia yang mensejahterakan rakyatnya yang selama ini dilihatnya sangat Paradoks dengan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia, tapi terlihat hanya menguntungkan segelintir orang dari para oligarki rakus yang sejalan dengan korupnya sistem pemerintahan yang berjalan.
Prabowo niscaya akan memberi peran kepada Rocky Gerung untuk mengedukasi secara luas jajaran pemerintahan dalam kabinet Prabowo agar kinerja kabinet maching dengan visi dan misi Presiden. Selain itu dengan masuknya Rock Gerung, gerakan dan jaringan Genk SOP yang ada di kabinet Prabowo kemungkinan besar akan terkunci dan mati kutu.
Pelantikan Rocky Gerung adalah point tertiingi dan bisa menjadi variable kunci untuk move on dalam memenuhi optimalisasi kinerja kabinet sesuai harapan visi dan misi Presiden. Menjadi Dewan Pertimbangan Presiden, Rocky Gerung tak perlu lagi berteriak menyampaikan kritik di panggung seperti yang dilakukannya selama ini yang belum tentu sampai ke Presiden, tapi dengan posisi Rocky Gerung saat sebagai Watimpres kritiknya atau pun Radical Break-nya bisa disampaikan cukup dengan berbisik di telinga sang Presiden, Maka Rocky Gerung akan berkata “itu salah, ini bener Pak Presiden.” Desain ini niscaya disadari Presiden dan terlebih khusus oleh Rocky Gerung sebagai sang Rausyan Fikr (pemikir dan pencerah) bangsa.
Peristiwa di atas mengingatkan saya terhadap apa yang sering disampaikan Jend Purn. Gatot Nurmantyo, yang pada intinya Prabowo akan melakukan operasi Sandi yudha dalam mengelola dan menjalankan pemerintahannya mengingat situasi yang dihadapi head to head dengan kubangan Genk Solo yang telah mencengkram kuat selama 10 tahun plus benalu Gibran.
Jika demikian apakah peristiwa terakhir ini dalam 2 (dua) tahun Pemerintahan Prabowo terakhir dengan reshuffle kali ini, pelan tapi pasti operasi Sandi yudha mulai masuk atau naik pada level 2 (dua) untuk fokus pada pembenahan kinerja sesuai visi misi sesungguhnya dari Presiden Prabowo setelah cipta kondisi di level awal sudah mampu dikendalikan.
Mari kita tunggu dan mari kita awasi bersama.
