Dalam Kasus Menggulingkan Sukarno dan Pembunuhan John F. Kennedy
Alex Runggeary | Penulis
Jakarta, PBSN – Sewaktu muda saya menghabiskan banyak waktu membaca kisah-kisah intelijen karena secara alami saya tertarik. Hampir semua novel Agatha Christy saya tekuni dengan cermat. Demikian pula Daniel Silva yang menghususkan menulis tentang Dunia Inelijen Israel yang tokohnya adalah Gabriel Alon dengan peran gandanya perestorasi lukisan mahal dunia Saya selalu ingin mencari tahu bagaimana solusi akhirnya terhadap suatu persengkongkolan rahasia.
Bahkan kasus kontemporer seperti pembunuhan seorang jurnalis Amerika, Jamal Kashoghi di kedutaan Arab Saudi di Turki yang sampai hari ini terus membayangi Raja Saudii Arabia karena disebut-sebut terlibat dalam pembunuhan itu. Jamal dibunuh kemudian dimutilasi dan penggalan tubuhnya dibawa keluar dari Kedutaan dalam koper-koper khusus Pertemuan Presiden Amerika Trump dengan Raja Arab Saudi beberapa waktu lalu masih dibayangi kasus Kahoghi karena beberapa jurnalis masih menyinggung soal ini.
Demikian juga kasus Alexander Litvinenko agen KGB mata-mata Rusia yang membelot ke MI6 Inggris 2006 lalu yang kemudian dibunuh oleh agen Rusia dengan memberinya racun. Polisi Inggris kemudian berhasil mengidentifikasi pembunuhnya. Ketika si pembunuh akan dijemput paksa ke Rusia mereka mengalami kesulitan untuk menangkapnya. Dan polisi Rusiapun tentu saja menolak bekerjasama.
Satu hal menarik adalah ketika ada operasi intelijen jangan sampai ketangkap polisi. Bila ketangkap hukumnya adalah tanggung sendiri si spionnya. Dan mereka ini biasanya akan diam seribu bahasa. Atasan mereka akan berusaha semampunya. Tetapi mereka dibatasi oleh sumpah jabatan.
Kalau kita ingat kasus-kasus penculikan aktivis di Indoneaia selama proses persidangan diserahkan sepenuhnya ke hakim. Namun setelah hukuman di jalani maka biasanya jasa mereka ini mendapatkan imbalan karier yang menakjubkan.
Istilah Operasi Sideways adalah kreasi saya sendiri untuk menggambarkan satu kegiafan operasi yang tidak bertumpu sepenuhnya pada set up organisasi maupun set up sistem yang formal untuk menjalankan operasi tersebut. Istilah ini saya dapatkan sewaktu bekerja di Freeport Indonesia. Saya ditugaskan Bagian HR ( Human Resource) untuk menangani Bea Siswa Freeport. Saya mengalami kesulitan untuk monitor kendala maupun progress para mahasiswa anak karyawan yang belajar di Amerika.
Atas anjuran pimpinan, MIS (Management Information System) Freeport diminta membantu saya menciptakan satu sistem tambahan di luar sistem utama Freeport khusus untuk menangani Bea Siswa Anak Karyawan. Set up sistem ekstra inilah yang disebut Sideways.
Selain membaca saya juga senang menulis. Ini mewajibkan saya untuk meneliti khusus kasus-kasus seputaran dan berhubungan dengan Papua. Dalam konteks ini saya membaca sampai beberapa kali buku karangan Greg Poulgrain The Incubus of Intervention.
Buku ini menurut saya paling lengkap memuat perselingkuhan politik Amerika, Belanda dan Indonesia dengan Papua. Bagian yang paling menarik buat saya adalah peran Allen Dulles yang sebagai Kepala CIA yang bermain mata Diam – diam ingin menggulingkan Sukarno karena dia adalah penghalang besar menghadang jalan Freeport Sulfur untuk bisa menambang di Grasberg Papua. [Baca tulisan saya yang lain untuk mengetahui peran penting Forbes Wilson orang Freeporr Sulfur dan bagaimana Papua menarik di mata Allen Dules].
Sepertinya Pemerintah Amerika di bawah Presiden John F Kennedy tidak pernah tahu kalau CIA hendak menggulingkan Sukarno. Mereka hanya ingin mencegah Indonesia jatuh ke tangan Komunis. Ini alasannya mereka menggunakan kasus pertikaian Belanda vs Indonesia soal Papua sebagai pintu masuk saja. Bukan sasaran utama.
Sebaliknya Allen Dulles punya niat kuat masuk Papua untuk Tambang Emas Grasberg Namun ini bukan tugas CIA secara resmi. Tetapi dia manfaatkan orang – orang CIA dalam operasi terselubung untuk menggulingkan Sukarno.
Sedangkan Presiden John F Kennedy sebagai Presiden ingin agar sahabatnya Sukarno dibantu Amerika. Ini alasannya dia rencana berangkat ke Indonesia untuk memberiksn bantuan ekonomi tersebut secara langsung ke temannya Sukarno.
Tapi ini diam-diam ditentang Alen Dulles karena akan memperkuat posisi Sukarno di tengah rakyatnya maupun dunia. Padahal Allen diam-diam ingin menyingkirkan Sukarno.
Mengapa? Karena bila Sukarno berkuasa dia sebagai seorang nasionalis tidak akan mengizinkan Freeport Sulfur beroperasi di Papua.
Pada Jumat 21 November 1963 Presiden John F Kennedy ditembak mati di Dallas Texas dalam iring-iringan mobilnya di sana. Konon empat hari sebelelum kejadian ini Allen Dulles berkunjung ke sini. Apakah suatu kebetulan belaka. Tak ada yang dapat memastikannya.
Setelah itu berbagai penyelidikan dilakukan untuk menemukan siapa dibalik peristiwa ini. Beberapa saksi kunci malahan ditemukan tewas terbunuh. Banyak pula teori seputar kejadian tragis ini. Banyak bukti dalam kasus ini hilang atau dihapus. Namun semua teori itu mengarah ke satu dugaan ada keterlibatan negara.
Sedangkan niat menyingkirkan Sukarno mirip sama dengan pola mwnyingkirkan John F Kennedy yaitu operasi CIA yang masih dikendalikan Allen Dulles adalah memanfaatkan tangan pihak lain dengan menggunakan aset CIA di Indonesia.[baca tulisan saya sebelum ini].
Setelah perustiwa G30SPKI Sukarno semakin tersudut dan pada 22 Februari 1967 menyerahkan kekuasaan kepada Suharto.
Pada 7 April 1967 Freeport menandatangani Kontrak Karya Pertama dengan Pemerintah Indonesia, hanya tiga hari setelah DPR mensahkan UU Penanaman Modal, dan sebelum Papua secara resmi menjadi bagian Indonesia. Tetapi ketika Amerika menjamin segala sesuatunya apapun bisa terjadi. Saya menjadi berpikir, apakah _hasil Penentuan Pendapat Rakyat 1969 di Papua itu bagian jaminan Amerika ? Apakah Papua mauoun Sukarno adalah korban persengkongkolan ini?
Dapat disimpulkan bahwa operasi menyingkirkan Sukarno maupun John F Kennedy (dan membatalkan Papua Merdeka) yang dilakukan CIA tidak secara langsung seperti ketika menyingkirkan Sadam Husein dari Irak, Muhammar Kadafi dari Lybia atau yang paling mutakhir Anthonio Maduro Moros dari Venezuela melainkan mereka beroperasi dibalik bayangan dan menggunakan tangan pihak lain (aset binaan) yang saya sebut Operasi Sideways tetapi maksud tujuan tercapai tuntas. Dan yang terpenting nama mereka tetap bersih.
Dipublish oleh : Beaby
