HM. SOEHARTO BAPAK YANG DIBENCI DI ZAMANNYA DIKALA BERKUASA TAPI DIRINDUKAN SETELAH TIADA

Opini450 Views

Oleh : Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung

Gak tahu udah berapa juta kali dari lisan rakyat Indonesia yang mengirim ALFATIHAH sekaligus mendo’akannya. Padahal bagi para hetersnya beliau terutama PKI dan keturunannya sangat benci. Tapi nyatanya saat ini bermunculan video-video jadul tentang beliau diiringi do’a semoga diampuni kesalahannya dan kekhilafannya semasa hidup.
Koq tiba-tiba rakyat muncul ingatan mereka kembali mau mendo’akan Bapak Pembangunan itu. Padahal beliau dipaksa mundur dari presiden saat itu. Ini yang perlu kita diskusikan. Dan ini sekaligus penebus dosa buat Pak Harto dan permintaan maaf ke ahli warisnya karena saya pribadi jaman mahasiswa dulu di era delapan puluhan HOBBY benar mendemo Pak Harto tapi Alhamdulillah selamat masih hidup tidak hilang diculik sampai sekarang, dari pada teman-teman yang lain pada hilang.

Jendral besar ini terkenal lalim bagi penentangnya tapi Pak Harto kepada rakyat sangat peduli. Di eranya keamanan terjamin, tidak ada perorangan atau kelompok sebagai PENISTA AGAMA terutama penista Islam, tidak ada sekolah-sekolah swasta yang lebih mahal dari negeri, memang di eranya gak ada BLT (Bantuan Langsung Tewas) seperti saat ini tapi kebutuhan rakyat semua terjamin dan murah, swasembada pangan terus ada, orang gampang cari lapangan kerja dibandingkan sekarang mau cari kerja lebih sulit dari pada cari istri. Gak ada yang bubar-bubarkan pengajian. Pokoknya disemua lini dan segi semua tertata rapi baik hukum, keamanan dan lain-lain. Berbanding terbalik dengan era sekarang yang menyebabkan rakyat merindukan Pak Harto.

Dalam bidang politik kekuasaan tidak ada anak-anak Soeharto dan menantunya berebutan ingin jadi Kepala Daerah padahal kesempatan terbuka luas baik secara diam-diam atau terang-terangan sebab kekuasaan full ada ditangan Pak Harto termasuk 5 matra. Inklud matra dari kalangan jin. Tapi itu tidak pernah terjadi. Nanti mau di era berakhirnya kekuasaan Soeharto baru anaknya diangkat jadi Menteri Sosial (MENSOS) bukan jabatan untuk mengumpulkan cuan tapi lebih banyak dalam mengurus mayarakat di bidang sosial. Beda dengan sekarang. Anaknya karena takut jadi miskin maka di gadang-gadangkan untuk jadi Kepala Daerah kemudian seterusnya akan menuju seperti dirinya jadi presiden hasil dari kotak kardus yang di gembok. Dia pikir nasib anak-anaknya akan sama seperti dia yang mulus kalangan intelegen merekayasa. Setiap generasi berbeda.

Kita gak akan tahu kalau rezim laknat sekarang akan berakhir tahun ini dan langsung berhadapan dengan pengadilan yang berujung di penjara atau tiang gantungan. Tanda-tanda kesana mulai nampak dan tidak akan terbendung. Sebagai contoh kecil aja, pejabat-pejabat di era saat ini mulai terbongkar aktivitas ilegal mereka dalam mengumpilkan duit haram. Dengan contoh ini aja telah nampak rezim laknat ini akan berakhir dengan tragis.

Semoga tulisan ini sampai ke tangan para ahli waris pak Harto terutama anak-anaknya supaya hati ini plong. Sebab kita gak tahu kapan kita mau mati, apalagi mulai sakit-sakitan. Alhatihah buat Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto.

Wallahu A’lam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *