19 OKTOBER HARUS DI TETAPKAN MENJADI HARI PERUBAHAN BAGI RAKYAT INDONESIA

Opini186 Views

Oleh : Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung

Maha Rahman dan Maha Rahim Allah kepada Bangsa Indonesia. Walaupun di dera dengan berbagai macam rintangan agar gagal di calonkan dan gak boleh ikut kontestasi PILPRES, akhirnya ANIES RASYID BASWEDAN berikut wakilnya MUHAIMIN ISKANDAR (AMIN) sampai juga pada hari ini tanggal 19 Oktober 2023 awal dibukanya pendaftaran CAPRES di KPU. Saya masih bersuudzon lagi apa nanti di KPU pasangan ini yang kita singkat AMIN akan diterima atau ditolak …? Wallahu A’lam. Tapi paling tidak masih ada ASA bahwa negeri ini akan berubah ke arah yang lebih baik. Itu karena hampir mau 10 tahun negeri ini di bikin porak porandakan oleh rezim laknat Jokowi. Terutama keuangannya. Hutang makin bertumpuk tapi rakyat makin sengsara.

Karena masih banyak orang shaleh di semua agama terutama Umat Islam maka Allah masih cinta dan Allah masih sayang kepada bangsa ini sehingga mengirimkan dua hambanya yang tadinya berbeda jalur dipadukan menjadi satu hati sama-sama menuju perubahan. Walaupun belum menang tapi paling tidak sudah menapak satu langkah untuk menuju kesana. Dan ini yang gak disukai penghuni istana laknat dan para Oligarki para pengusaha hitam. Padahal kalau Anies dan Cak Imin mau mereka akan berenang di lautan cuan agar mereka tidak ikut kontestasi CAPRES. terlebih Anies kalau dia mau maka rumahnya gak akan kredit lagi alias LUNAS NAS NAAAS.

Alhamdulillah dalam kehidupan ini sebelum kita mati kita masih bisa menikmati dan melihat kekuasaan Allah yang sangat bermakna. Ternyata masih ada anak-anak Adam yang tidak terbuai dan tidak tergoda dengan manisnya dunia. Dia memilih dan mengambil jalan yang tidak disukai para manusia yang berduit dan para penjilat. Kalau kita membaca kisasul Ambiya kisah-kisah para Nabi, kita akan mendapatkan bahwa disana para PENENTANG KEBENARAN paling keras itu datangnya dari kelompok orang-orang berduit ini. Kalau bahasa sekarang para oligarki.
Mereka gak mau membagi nikmat Allah di bumi ini kepada orang banyak. Dia akan berkolaborasi dan berkolusi dengan pejabat culas, maling dan khianat agar hanya dia dan keluarganya aja yang menikmati itu. Kalau untuk orang lain cukup ampas-ampasnya saja dan jadi jongos dan budak mereka. Itu yang terjadi pada negeri SABA dan bangsa TSAMUD dahulu yang di ceritakan oleh AL-QURAN maka negeri itu dimusnahkan oleh Allah. Tapi sebelum dimusnahkan, Allah utus dulu hambaNya sebagai peringatan agar bisa berubah akhlaknya tapi rupanya utusan Allah itu tidak mempan dan membawa hasil maka Allah musnahkan negeri itu sehingga hanya tinggal saat ini arkelognya atau benda-benda besejarah.

Ini tidak mustahil tidak akan terjadi di Indonesia. Embrionya sudah ada dan sudah dipasangkan karpet merah oleh rezim laknat agar sekali gerak nekan tombol habis negeri ini jadi milik bangsa ASING bermata cipit. Tapi itulah karena negeri ini di bangun dengan RAHMAT ALLAH maka Allah tidak mau atau belum berkehendak negeri ini dimiliki bangsa yang hambanya tak bertuhan atau KOMUNIS. Maka diutuslah hambaNYA yang diakronim dengan AMIN untuk merubah bangsa ini.

Cukup negara tetangga seperi SINGAPORE dan PHILIPINA dulu dikuasai oleh hamba-hamba Allah yang masih ruku’ dan sujud pada Allah tapi karena orang-orang baik dan sholeh gak mau ngurus negaranya dan mempertahankan negaranya maka negaranya dikuasai bangsa aaing yang gak pernah ruku dan sujud pada Allah. Dan umat Islam terusir sampai menempati pinggir-pinggir pantai aja sebagai tameng kalau tsunami datang. Semoga itu tidak terjadi di negeri kita Indonesia. Maka dari itu Allah datangkan AMIN agar negara ini ditata makin baik oleh AMIN. Dan kita para relawan HARUS TERUS MENJAGA dan MENGAWAL agar AMIN mulus sampai ke istana cukup satu putaran. Ini karena POTENSI KECURANGAN CUKUP BESAR. Kalau pasangan lain masih kocar-kacir mencari wakilnya tapi Alhamdulillah AMIN tinggal memantapkan aja jalan terjal menuju istana. Dan nanti kita bikin syukuran bareng-bareng. Kalau gak ada duit beli kambing maka beli ayam aja yang penting syukuran.
Semoga usaha kita di ridhai Allah. Amin.

Wallahu a’lam …