Piala Dunia 2026: Spanyol Layak Menang vs Portugal, Belgia Bersukacita vs Amerika

Olahraga, Opini34 Views

Meksiko, PBSN – Di Piala Dunia 2026, tim-tim unggulan seperti Jerman, Belanda, dan Brasil sudah pulang kampung. Jerman dan Belanda tersangkut di 32 besar, sedangkan Brasil disikat Norwegia di 16 besar.

Bagi Brasil ini pertemuan kelima mereka dengan Norwegia dengan catatan buruk tidak pernah menang. Tiga laga uji coba berujung imbang, sedangkan dua lagi di Piala Dunia, 1998 dan 2026, selalu kalah 1–2.

Para pemain dua dari tiga tuan rumah, Kanada dan Meksiko, juga sudah berbenah karena timnasnya kandas sehingga sudah boleh pulang menemui keluarga di rumah.

Babak 16 besar masih menyisakan empat pertandingan. Salah satu yang bakal seru adalah Spanyol vs Portugal yang dijadwalkan berlangsung di Stadion AT&T di Texas, Amerika Serikat, pada 7 Juli WIB mulai pk. 02.00, yang dipimpin pengadil asal Inggris, Anthony Taylor.

Spanyol sedikit lebih diunggulkan untuk memetik kemenangan dengan mempertimbangkan rekor pertemuan kedua tim selama ini dengan 16 kemenangan untuk tim berjuluk La Roja berbanding hanya tujuh kemenangan Portugal.

Namun, hasil terbanyak pertemuan kedua tim justru imbang yakni 17 pertandingan, sehingga kemungkinan besar pertandingan kali ini juga akan berlanjut ke babak tambahan, bahkan boleh jadi pemenangnya ditentukan melalui adu penalti.

Namun, kecondongan untuk menang tetap ada pada Spanyol, setidaknya dengan menyimak dua hal. Pertama, Portugal hanya memenangkan satu dari 12 pertemuan kompetitif mereka dengan Spanyol di semua kompetisi (6 seri, 5 kalah). Satu-satunya kemenangan mereka yaitu dengan skor 1–0 di fase grup Euro 2004 saat mereka menjadi tuan rumah.

Kedua, Spanyol belum kebobolan satu gol pun di Piala Dunia tahun ini. Tanpa kebobolan satu gol pun dalam empat pertandingan awal Piala Dunia merupakan rekor baru bagi Spanyol dan menggambarkan betapa kokohnya pertahanan tim besutan Luis de la Fuentes.

Satu hal yang cukup menarik di laga ini ialah adu ilmu antara dua pelatih berkebangsaan Spanyol: De La Fuentes di sisi negara asalnya dan Roberto Martinez di sisi berseberangan.

Bukan sekadar adu ilmu, Roberto Martinez tentu ingin membuktikan bahwa dia pun sebenarnya cukup layak untuk menukangi Timnas Spanyol. Sejauh ini dia justru dipercaya oleh federasi sepak bola Belgia dan Portugal sebagai pelatih kepala, tapi tidak oleh RFEF (Real Federacion Espanola de Futbol).

Yang tentu juga menarik untuk disimak di laga ini adalah apa yang bisa Cristiano Ronaldo buat di hadapan tembok tebal pertahanan Spanyol. Apakah dia mengakhiri turnamen dengan catatan hanya bisa menjebol gawang selevel Uzbekistan atau dari harus dari titik penalti seperti ketika jumpa Kroasia.

Pemenang pertandingan Portugal vs Spanyol di perempat final akan bertarung melawan pemenang pertandingan AS vs Belgia yang baru digekar mulai pk. 07.00 WIB.

Pertandingan AS vs Belgia direncanakan digeber di Stadion Lumen Field di Seattle, dan dipimpin wasit Yordania Adham Makhadmeh.
Kita tunggu apakah AS akan menyusul dua tuan rumah lainnya, Kanada dan Meksiko, tersingkir dari perhelatan akbar ini.

Dengan spirit tambahan sebagai tuan rumah sehingga berjuang di hadapan pendukungnya, AS layak diperhitungkan untuk mempersulit Belgia.
Kalimat lainnya, pertarungan kedua tim besok pagi hampir pasti berjalan ketat dan berpotensi berkepanjangan hingga babak tambahan 2 x 15 menit.

Namun, melihat rekor pertemuan kedua tim di mana Belgia mendominasi dengan memenangi enam dari tujuh pertandingan dengan hanya satu milik Amerika Serikat, yang terjadi 96 tahun lalu di Piala Dunia 1930, wajar jika Belgia dijagokan mencapai perempat final.

Selain di Piala Dunia pertama, pertandingan kompetitif kedua tim terjadi di Piala Dunia 2014 dengan Belgia menang 2–1 melalui perpanjangan waktu.

Lima pertandingan lainnya berstatus uji coba dengan pertemuan terakhir pada Maret 2026 dimenangi Belgia dengan skor telak 5–2.
Jadi, AS mungkin saja bertarung ganas di hadapan pendukungnya, tetapi di ujung pertandingan para pemain Belgia yang bersukacita.

 

Oleh : M. Syahran W. Lubis | Penulis buku Para Jawara Piala Dunia (2014) serta Piala Dunia, 96 Tahun Penuh Sesak Drama & Kontroversi dan 13 Kisah Tragis Sepakbola (2026).

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *