Lee Baker Cetak Hattrick, Timnas Geprek Kamboja 5-1

News, Olahraga35 Views

Bogor, PBSN – Luar biasa Mitchell Lee Baker. Debut perdananya di Timnas Indonesia sudah mencetak hattrick. Kamboja menjadi lawan pertama pasukan John Herman digeprek 5-1. Hasil ini menempatkan Garuda di posisi tiga Grup A Piala AFF, di bawah Singapura dan Vietnam.

Di Stadion Pakansari, sepak bola berubah menjadi pertunjukan silat tingkat dewa. Garuda bukan lagi burung. Mereka menjelma pendekar Nusantara yang baru turun dari Gunung Kawi membawa jurus “Sundulan Seribu Bayangan”. Korbannya? Kamboja. Negeri Angkor Wat itu digeprek dengan wajah seperti baru dihajar Gatotkaca memakai tiang Monas. Skor akhir 5-1. Untung cuma lima. Kalau sepuluh, FIFA mungkin mengirim psikolog olahraga.

Baru lima menit laga berjalan, Yudai Ogawa sudah dikartu kuning. Dari tribun langsung terdengar teriakan, “Woi! Main tarkam jangan di sini!” Tukang cilok berhenti jualan, tukang bakso lupa teriak, bahkan kopi penonton mendadak lebih panas dari debat politik di televisi.

Lalu muncullah Mitchell Lee Baker. Baru 19 tahun. Debut. Belum sempat hafal letak ruang ganti, eh langsung bikin sejarah.

Menit keenam, Thom Haye mengirim umpan selembut janji politik menjelang pemilu. Lee Baker menyambutnya dengan sundulan yang membuat kiper Kimhuy Hul cuma bisa melongo. Gol! Stadion berguncang. Konon Kereta Cepat Whoosh ikut melambat karena semua penumpangnya teriak, “Gooool!”

Belum selesai penonton mengunggah Instagram Story, menit ke-15 Lee Baker datang lagi. Assist Eliano Reijnders diselesaikan dingin. Kimhuy Hul mulai bertanya kepada takdir, “Kenapa aku?”

Sementara Nadeo Argawinata di ujung lapangan terlihat seperti pelanggan warkop VIP. Kalau diberi kopi hitam dan pisang goreng, mungkin ia bisa sekalian jadi komentator pertandingan.

Menit ke-24, Thom Haye kembali mengeluarkan jurus “Umpan Naga Langit”. Sandy Walsh menanduk bola. Gol ketiga. Penonton sampai lupa membahas isu politik. Biasanya lima menit nongkrong sudah jadi pakar ekonomi, hukum, sampai tata negara. Malam itu semua sepakat, yang penting gawang Kamboja jangan roboh.

Empat bek Kamboja bekerja seperti petugas tambal jalan saat musim hujan. Tutup satu lubang, muncul tiga lagi. Menit ke-35 Lee Baker sempat bertabrakan dengan kiper. Stadion mendadak berubah jadi sinetron. Ada yang pegang kepala, ada yang komat-kamit berdoa. Untung sang pendekar bangkit lagi.

Di ruang ganti, John Herdman memberi petuah ala guru silat. “Walau unggul, jangan lengah. Lihat saja, ratusan dapur SPPG tutup dan ratusan pegawai non-ASN kehilangan pekerjaan karena kurang disiplin. Pendekar sejati harus tetap fokus.”

Sementara di ruang ganti Kamboja, pelatih Koji Gyotoku asal Jepang memberikan kultum, “Timnas voli kita bisa menang lawan Indonesia, masa kalian kalah. Jangan malu-maluin gue dong sebagai pelatih asal Jepang.” Pemain teriak, siap.
Awal babak kedua, Nadeo malah bikin gol bunuh diri. Penonton cuma geleng kepala. “Bang, ngopi boleh, tapi jangan sampai bolanya ikut nyeruput masuk gawang.”

Untung Garuda tak panik. Menit ke-56, Thom Haye lagi-lagi mengirim umpan sakti. Lee Baker melompat setinggi Monas, sementara bek Kamboja hanya bisa menatap seperti turis tersesat di Angkor Wat. Sundulan keras! Gol! Hattrick di laga debut. Pakansari meledak. Dari tribun terdengar teriakan, “Lee, nikahin aku!” Temannya menyahut, “Antre, Mbak!”

Menit ke-86, Jens Raven menambah gol kelima. Stadion kembali berguncang. Konon teriakannya terdengar sampai Intan Jaya. Bahkan para koruptor yang sedang tidur mendadak bangun, mengira ada operasi tangkap tangan tengah malam.

Indonesia menang telak 5-1. Memang baru menempati posisi ketiga Grup A di bawah Singapura dan Vietnam. Namun kalau Lee Baker terus mengamuk seperti pendekar habis minum jamu tenaga dalam. Timor Leste menjadi lawan kedua Timnas, Jumat, 31 Juli 2026, siap-siap dilumat Lee Baker cs.

 

 

 

Rosadi Jamani