Jakarta, PBSN – Anies Baswedan adalah seorang akademisi pendidikan Indonesia dan juga Gubernur DKI Jakarta masa bakti 2017-2022. Ia lahir dari pasangan Rasyid Baswedan dan Aliyah Rasyid dan kakek seorang pejuang Tokoh Nasional Abdurahman Baswedan
Anies memiliki empat orang anak dari istrinya Fery Farhati Ganis, yakni Mutiara Annisa Baswedan, Mikail Azizi Baswedan, Kaisar Hakam Baswedan dan Ismail Hakim Baswedan.
Diketahui Anies mulai mengenyam bangku pendidikan pada usia lima tahun, saat itu, ia bersekolah di TK Masjid Syuhada. Menginjak usia enam tahun, Anies masuk ke SD Laboratori, Yogyakarta. Setelah lulus SD, Anies diterima di SMP Negeri 5 Yogyakarta.
Dia bergabung dengan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di sekolahnya dan menduduki jabatan sebagai pengurus bidang humas.
Anies juga pernah ditunjuk menjadi ketua panitia tutup tahun di SMP-nya. Lulus dari SMP, Anies meneruskan pendidikannya di SMA Negeri 2 Yogyakarta.
Anies tetap aktif berorganisasi hingga terpilih menjadi Wakil Ketua OSIS dan mengikuti pelatihan kepemimpinan bersama tiga ratus orang Ketua OSIS se-Indonesia.
Pada tahun 1987, dia terpilih untuk mengikuti program pertukaran pelajar AFS dan tinggal setahun di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat. Program tersebut membuatnya menempuh masa SMA selama empat tahun dan baru lulus pada tahun 1989.
Anis Baswedan kuliah di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dari tahun 1989 sampai 1995, dia diterima masuk di Fakultas Ekonomi.
Disela-sela kesibukannya ia tetap aktif berorganisasi, bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam dan menjadi salah satu anggota Majelis Penyelamat Organisasi HMI UGM dan berbagai organisasi lainnya.
Setelah lulus kuliah, Anies bekerja di Pusat Antar Universitas Studi Ekonomi UGM sebelum mendapat beasiswa Fulbright dari AMINEF untuk melanjutkan kuliah masternya dalam bidang keamanan internasional dan kebijakan ekonomi di School of Public Affairs, University of Maryland, College Park pada tahun 1997 dan lulus pada tahun 1998.
Setelah lulus dari Maryland, Anies kembali mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliahnya dalam bidang ilmu politik di Northern Illinois University pada tahun 1999.
Anies juga aktif diberbagai kegiatan dan lulus pada tahun 2005. Setelah lulus kuliah, Anis memiliki karir yang cemerlang, ia selalu mengatakan ada tiga hal yang ia jadikan pedoman dalam memilih karier, yaitu apakah secara intelektual dapat tumbuh, apakah masih dapat menjalankan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga, dan apakah mempunyai pengaruh social.
Pada tahun 2007 menjadi rektor termuda yang pernah dilantik oleh sebuah perguruan tinggi di Indonesia saat menjadi Rektor Universitas Paramadina pada usia 38 tahun. Pada 2010 menginisiasi Indonesia mengajar merekrut dan melatih anak mudah yang cerdas untuk dijadikan guru di plosok negri aktif hingga saat ini.
Menjadi tokoh satu-satunya dari Indonesia, Anies Baswedan masuk dalam daftar 100 Intelektual Publik Dunia (Top 100 Public Intellectuals) yang dirilis oleh majalah Foreign Policy pada April 2008.
Anies Baswedan pernah masuk dalam daftar 500 Muslim Paling Berpengaruh di dunia (The 500 Most Influential Muslims) pada tahun 2010. Dikeluarkan oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) yang berkedudukan di Amman, Yordania.
Anies Baswedan Tokoh pendidikan dan publik Indonesia yang pernah dinobatkan majalah Foresight Jepang sebagai salah satu dari 20 tokoh pembawa perubahan dunia masa depan pada tahun 2010.
Anies Baswedan dinobatkan sebagai salah satu dari 21 Heroes 2021 dalam bidang transportasi perkotaan oleh lembaga internasional Transformative Urban Mobility Initiative (TUMI).
Mulai dari peneliti, manager, direktur, rektor, juru bicara untuk presiden Joko Widodo dan Yusup Kalla, menteri dan gubernur pernah dicicipinya.
Ia pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk Kabinet Kerja sejak 26 Oktober 2014 sampai digantikan oleh Muhadjir Effendy dalam perombakan kabinet pada 27 Juli 2016.
Dan terakhir menjabat sebagai gubernur 2017-2022 yang menorehkan banyak prestasi nasional dan internasional.
