Plt Gubernur Riau Berkata Jujur, Berapa Jam Kemudian Ia Sibuk Klarifikasi Kejujurannya

Hukrim, Politik37 Views

Pekanbaru, PBSN – Lama tak ke Riau. Kebetulan pengikut Partai Koptagul ramai di negeri Bertuah itu. Gubernurnya masih disidang. Sekarang dipimpin oleh Plt. Negeri Lancang Kuning lagi heboh soal ucapan jujur sang Plt, lalu beberapa jam kemudian, ia malah sibuk klarifikasi kejujurannya sendiri.

Ada banyak peristiwa langka di dunia. Komodo berenang sambil main biola. Yang sudah inkrah tak ditangkap-tangkap. Tapi semuanya masih kalah langka dibanding pejabat yang tanpa sengaja berkata jujur di depan publik.

Peristiwa bersejarah itu terjadi di Riau. Saat rapat paripurna DPRD, Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto melontarkan kalimat yang awalnya terdengar biasa saja. Tidak ada petir. Tidak ada gempa. Tidak ada suara genderang perang dari langit. Namun beberapa jam kemudian, dampaknya terasa seperti seekor gajah masuk ke warung kopi dan memesan seratus gelas teh tarik.

Kalimat itu adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) mempengaruhi PAD Riau. Selesai. Pendek. Jelas. Tidak muter-muter seperti speedboat mencari sinyal di Sungai Siak.

Masalahnya, kalimat itu terlalu jujur. Di negeri ini, kejujuran kadang punya efek samping lebih berbahaya dari mahasiswa yang disogok Rp 20 juta, lalu tak siapa yang nyogok itu.

Begitu berita menyebar, suasana langsung berubah. Netizen berdatangan seperti kawanan burung migrasi yang menemukan Koptagul varian baru. Grup WA mendidih. Kolom komentar berasap. Para analis politik mendadak bermunculan dari semak-semak internet seperti jamur setelah hujan.

Di titik itulah tragedi dimulai. Bukan tragedi karena berkata salah. Tetapi tragedi karena berkata terlalu jujur.

Beberapa jam sebelumnya lidah dan otak masih bekerja sama sebagai sahabat. Beberapa jam kemudian, keduanya seperti pasangan calon kepala daerah yang gagal berkoalisi. Lidah dituduh bertindak sendiri. Otak sibuk membuat konferensi pers.

Klarifikasi pun bermunculan dari segala arah. Kalimat yang tadinya lurus mulai dibedah, dipoles, dicuci, disetrika, lalu dipakaikan jas pengantin. Publik diberi penjelasan, maksudnya tidak seperti yang dipahami publik. Sebuah fenomena ajaib hanya bisa terjadi di sini, kalimat paling sulit dipahami adalah kalimat yang sebenarnya sangat jelas.

Padahal kalau dipikir-pikir, yang lebih lucu justru datanya. Program MBG ternyata menghemat anggaran Pemprov Riau sekitar Rp 40 sampai Rp 45 miliar per tahun. Anak-anak berasrama sebelumnya makan menggunakan anggaran daerah kini terbantu oleh program tersebut.

Artinya apa? Secara keuangan, dompet pemerintah justru lebih lega. APBD tidak sedang tenggelam. Tidak sedang digondol bajak laut Selat Malaka. Tidak sedang dimakan rayap raksasa. Justru ada penghematan puluhan miliar rupiah.

Namun entah bagaimana, isu yang berkembang malah seperti MBG adalah monster laut yang muncul dari dasar Sungai Kampar dan menelan PAD hidup-hidup.

Puncak komedinya terjadi ketika Kemendagri turun tangan. Nuan bayangkan. Satu kalimat meluncur dari mulut seorang gubernur. Beberapa jam kemudian tim Inspektorat Khusus Kemendagri dipimpin Inspektur Jenderal Mahendra Jaya datang ke Pekanbaru.

Ini bukan lagi klarifikasi biasa. Ini sudah seperti dokter spesialis didatangkan karena pasien terlalu jujur.

Pertemuan dilakukan dengan SF Hariyanto, Sekda, Bappeda, hingga Dinas Pendidikan. Suasananya pasti mirip rapat keluarga besar sedang menyelidiki siapa pelaku terakhir menghabiskan rendang Lebaran.

Setelah semuanya diperiksa, Kemendagri menyampaikan kesimpulan yang cukup sederhana. Penurunan PAD bukan karena MBG. Penyebab utamanya adalah tata kelola pendapatan daerah yang perlu diperbaiki. Kalau diterjemahkan ke bahasa warkop, “Bang, masalahnya bukan di nasi gratisnya. Coba lihat dulu pipa bocornya.”

Begitulah kisah seorang Plt Gubernur Riau berkata jujur, lalu beberapa jam kemudian harus bekerja lembur menjelaskan kejujurannya sendiri. Mungkin inilah satu-satunya negeri di dunia tempat seseorang bisa terjebak bukan karena berbohong, melainkan karena terlalu cepat berkata apa adanya.

Sejak hari itu, mungkin lidah para pejabat di seluruh Indonesia mulai berbisik pelan kepada pemiliknya, “Kalau mau jujur, pastikan dulu tim klarifikasinya sudah siap.”

Sekadar info, Qatar kembali mempermalukan wajah Asia, dibantai Bornia Herzegovina 3-1.

 

 

 

Rosadi Jamani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *