Bank 9 Jambi Dibobol Hacker, 143 Miliar Raib, Nasabah Resah Gelisah

Hukrim259 Views

Jambi, PBSN – Ada follower saya namanya @triferbe, minta diinvestigasi Bank 9 Jambi yang error sampai sekarang. Nasabahnya resah dan gelisah, tak bisa cairkan duitnya sendiri. Saya pun coba riset kecil, dan memang benar bank itu sedang menghadapi masalah besar.

Bank 9 Jambi sedang dipelototi nasabahnya. Sejak 22 Februari 2026, sistem keamanan bank daerah kesayangan para PNS dan pensiunan ini tiba-tiba dijebol hacker kayak kaleng sardeng yang sudah kedaluwarsa. Hasilnya? Enam ribu lebih rekening nasabah kebobolan total, duit raib Rp 143 miliar dalam sekejap! Bukan main, wak. Uang yang sudah ditabung bertahun-tahun, modal usaha, gaji bulanan, THR Lebaran, semuanya lenyap begitu saja seperti ditelan siluman IT.

Gubernur Al Haris langsung turun gunung dengan janji manis, “Tenang, Bank Jambi tanggung jawab penuh, semua duit diganti 100 persen dari laba bank!” Tapi janji manis itu ternyata cuma obat sementara buat nasabah yang sudah panik massal. Karena dua bulan lebih kemudian, per 4 April 2026 ini, mobile banking masih error total, mati total, kayak zombie yang lupa bangun dari kubur.

Nasabah marah bukan main! Mereka yang biasa transfer dari kasur sekarang harus bangun subuh-subuh, antre berjam-jam di teller atau ATM yang cuma buka pukul 08.00 sampai 16.00 WIB. Tarik duit maksimal cuma Rp 5 juta, itu pun hanya di ATM kantor cabang. Seratus ribu nasabah lebih diharuskan ganti kartu ATM plus PIN baru, tapi stok kartunya datang dari Surabaya kayak kiriman pos lelet, baru 60 ribu yang nyampe. Antreannya? Gila-gilaan, PNS, pensiunan, semuanya berdesak-desakan kayak lagi rebutan sembako murah. “Kami capek, kerjaan terganggu, hidup kami jadi neraka gara-gara bank ini!” teriak mereka dalam hati sambil ngomel-ngomel di depan loket.

Inilah puncak emosi paling pedas,nsemua kekacauan ini karena kemampuan IT Bank Jambi yang cetek banget, tipis kayak kertas tisu! Sistem mereka katanya belum pernah di-upgrade besar-besaran sejak tahun 2012. Dua ribu dua belas! Zaman BlackBerry masih hits, Facebook baru naik daun, dan hacker masih pakai dial-up. Bank daerah yang sok jadi pelindung rakyat Jambi ini ternyata lebih sibuk bangun gedung megah dari beli firewall yang layak. Tim IT-nya? Kayaknya lagi tidur siang sejak satu dekade lalu.

Hasilnya? Celah keamanan menganga lebar, hacker masuk kayak lewat pintu depan yang nggak dikunci. BSSN sendiri bilang ini kegagalan sistemik, bukan cuma “gangguan teknis”. Audit forensik masih jalan sampai sekarang, polisi masih kejar duit yang sempat ngalir ke kripto, tapi nasabah dibiarkan menderita. M-Banking nggak bisa dibuka karena “takut virus masih nempel”, ATM dibatasi jam kerja kantoran, dan proses pemulihan? Lambat kayak siput yang lagi jogging.

Nasabah sudah marah besar, marahnya sampai ke ubun-ubun! Awalnya shock berat pas duit raib, sekarang kelelahan kronis gara-gara antrean yang bikin mereka merasa dipermainkan. “Kami percaya bank daerah, tapi ini balasannya? Uang kami raib, akses kami diputus, kepercayaan kami diinjak-injak!” kata mereka sambil geleng-geleng.

Beberapa sudah mikir pindah bank, tapi ribet karena rekening gaji. Yang lain cuma bisa ngomel di medsos dan berharap OJK sama BI cepat turun tangan. Sementara itu, bank cuma bisa minta maaf berkali-kali sambil bilang “proses terus berjalan”. Proses apa? Proses bikin nasabah semakin kesal?

Intinya, Bank 9 Jambi ini lagi nunjukin ke seluruh Indonesia, bank daerah kalau pelit anggaran cybersecurity, hasilnya chaos total, Rp 143 miliar hilang, ribuan orang menderita, sistem kuno sejak 2012, dan pemulihan yang super lambat. Kalau ini bukan bukti kemampuan IT yang cetek parah, lalu apa?

Nasabah Jambi sudah muak, sudah marah, dan sudah siap demo kalau M-Banking nggak segera hidup lagi. Semoga pelajaran ini nyantol di kepala manajemen, jangan sok jadi bank rakyat kalau IT-nya masih pakai teknologi zaman batu. Kalau nggak, besok-besok bukan cuma Rp 143 miliar, tapi kepercayaan nasabah yang benar-benar hilang selamanya. Jambi lagi menunggu, banknya lagi pura-pura sibuk. Lucu? Enggak. Sakit hati? Banget!

 

 

 

 

Rosadi Jamani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *