PBSNIndonesia – Jakarta, Wakil Ketua Departemen Pengembangan UMKM Koperasi dan Wirausaha Asprindo, Risma Sitorus memasukkan mata pelajaran kewirausahaan ke kurikulum sekolah. Langkah itu diambil berangkat dari keprihatinan pada susahnya anak murid SMK-nya yang susah mencari kerja.
Sosok wanita yang baru saja memasuki masa pensiun dari Kepala Sekolah SMK Citra Nusantara itu menjelaskan, tujuan dari mata pelajaran Kewirausahaan itu adalah untuk menjadikan anak-anak didiknya memiliki keahlian dan bisa membuka usaha setelah mereka menyelesaikan pendidikannya.
Risma memaparkan, bahan yang dipergunakan sebagai alat ajar adalah hasil bumi yang mudah didapatkan. Seperti, kayu, bambu, rotan, maupun purun.
“Kami memberikan pengajaran dan pendampingan sejak mereka bersekolah selama 3 tahun. Harapanya, begitu mereka lulus, mereka bisa menggunakan keahlian itu, bukan hanya untuk mereka sendiri, tapi bisa membuka peluang kerja bagi orang lain,” katanya, Senin (3/8/2026).
Risma tak menampik, harapan lainnya adalah memastikan para orang tua bangga dan tak ragu akan kemampuan anaknya, usai lulus sekolah. Risma mengungkapkan, dalam perjalanannya membangun ketrampilan anak-anak didiknya, tantangan utamanya adalah membangun keyakinan para anak didik, bahwa apa yang mereka lakukan bisa memberikan manfaat bagi dirinya dan lingkungan sekitar.
“Kami selalu memupuk keyakinan anak-anak, bahwa UMKM atau wirausaha itu punya masa depan. Kita tahu, GenZ itu kan maunya sedikit bekerja tapi banyak dapat uang. Nah, kami berusaha mencari usaha apa yang kira-kira diminati oleh para GenZ ini,” ungkapnya.
Tak hanya melatih dalam pembuatan produk, Risma menyatakan, pihaknya juga membantu untuk memasarkan produk hasil karya anak didiknya ini.
“Produk yang dihasilkan itu tidak hanya kerajinan tangan. Ada juga kuliner. Jadi, kami bukan hanya bicara mengenai model produk, tapi juga membantu dalam proses desain kemasan. Yang menarik, unik, dan diminati pasar,” urainya.
Risma menyampaikan, saat awal membangun usaha ini, Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) sangat mendukung dengan memberikan pendampingan. Salah satunya pelatihan rumput laut di daerah Keronjo. “Waktu itu, pelatihannya terkait pengolahan mangrove. Kami menjadikan mangrove sebagai bahan baku kuliner. Pak Ketum Jose pun sempat beberapa kali berkunjung ke galeri kami,” kata Risma.
Selain berkunjung dan memberikan pendampingan, Asprindo pun memberikan saran dan pelung untuk mengikuti berbagai pameran, sebagai salah satu bentuk promosi produk. “Bahkan saat saya ke Belanda, Pak Ketum memberikan rekomendasi untuk bertemu dengan perwakilan Asprindo Belanda,” ujarnya.
Untuk memasarkan produk, Risma menyebut, telah membangun koperasi yang bernama Citra Nusantara Maju pada 2011. Sejauh ini, anggota koperasinya sudah 198 orang, dengan sebagian besar punya karya.Risma menyatakan, sangat berharap masyarakat Indonesia mau memilih, membeli, dan menggunakan produk UMKM hasil karya anak bangsa sendiri.
“Kalau kita tidak mencintai, siapa lagi gitu ya. Mari mulai dari diri kita sendiri. Yakinkan, bahwa hasil tangan anak bangsa adalah yang terbaik untuk bangsa ini. Dan, harapan saya, Asprindo pun bisa semakin berkembang dan bisa mendukung para pelaku UMKM, yang merupakan para pelaku usaha lokal. Jadi para UMKM bisa naik kelas dan mampu berdaya saing di skala global,” ucapnya.
Sumber/Tim media PBSN
