DICARI JENDRAL MAU MEMBEGAL PARTAI NASDEM

Opini206 Views

Oleh : Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung

16 kali gagal mau membegal partai Demokrat, Jendral Moeldoko tidak surut dan malu. Tapi malah tertangtang terus sehingga masuk pada sesi peninjauan kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA). Sehingga Pak SBY yang juga jendral mantan presiden yang ke 6 yang mengorbitkan Moeldoko sampai jadi panglima TNI turun gunung dan merasa menyesal dan berdosa mengangkat orang yang akhirnya menikamnya dari belakang.

Hanya sebuah nikmat seupil dalam politik dan kekuasaan membutakan mata hati Moeldoko dan membunuh rasa malunya sehingga mau mencopet Partai Demokrat dari tangan anaknya SBY yakni AHY. Padahal dia sendiri bukan kader partai Demokrat. Berlabuh dan bersandarpun di partai Demokrat aja gak pernah sama sekali tapi tiba-tiba muncul sebagai kandidat Ketua Umum (KETUM) dalam kongres luar biasa (KLB) partai Demokrat yang pesertanya diambil dari jalanan untuk hadir dalam KLB dan mau menyatakan jadi KETUM partai dan mau menggeser AHY.

Ini semua pangkal dari Demokrat mau mencalonkan Anies Baswedan. Coba kalau Demokrat calonkan yang lain. Rasa malu Moeldoko masih ada. Cuma karena Anies maka harga dirinya sebagai seorang prajurit angkatan darat dengan pangkat tertinggi sebagai jendral jadi sirna sekejab terbang jauh bersama tuannya yang planga plongo berijazah palsu.

Memang harta itu membutakan manusia yang beradab bisa jadi bringas dan buas. Sebagai seorang mantan Panglima malu kalau gak kelihatan kaya. Jadi dia mau melakukan apa aja asal cuan bisa masuk ke kantongnya bertumpuk-tumpuk. Moeldoko ini salah satu pemegang lisensi penjualan mobil listrik bersama Opung LBP. Dia melihat Opung begitu kaya dengan hartanya tak berseri masa dia si KSP tidak. Maka jalan satu-satunya penawaran pencaplokan partai Demokrat dia terima sehingga Anies bisa gagal ikut kontestasi PILPRES. Sebab kalau Demokrat bisa dicopet oleh Moeldoko boleh jadi cuannya akan lebih banyak hadiah dari para cukong oligarki. Tapi rupanya dalam kemelut ini Golkar udah menunggu bola muntah. Demokrat keluar dari koalisi perubahan maka Golkar masuk. Ada Demokrat aja mereka udah siap apalagi gak ada Demokrat. Suhu politik senior Bang Akbar Tanjung udah road show ke daerah-daerah DPD GOLKAR mengkampanyekan miilih Anies. Beliau sebagai politisi senior sudah berhitung betul bahwa Anies bakal menang PILPRES. Dan Golkar partai yang selalu dekat dengan kekuasaan. Jadi gak mau kehilangan momentum. Maka dari itu di KIB (Koalisi Indonesia Bersatu) Golkar ogah-ogahan walau masih intens berkomunikasi antar partai. Tapi bola liar dan panas masih ada dipegang kubu koalisi perubahan. Nanti dekat-dekat pendaftaran CAPRES satu persatu partai yang lain di KIB akan ikut Golkar dan bergabung dengan koalisi perubahan. Politik itu dinamis. Dia mengikuti suara perut dan isi kantong keluarga mereka di rumah.

Untuk itu, supaya Jokowi lebih tenang dan gak panik lagi di cari JENDRAL yang berani MEMBEGAL PARTAI NASDEM dari Surya Paloh bahkan kalau perlu juga termasuk MEMBEGAL PKS. Supaya lebih Aman Anies gak bisa ikut PILPRES. Semua rencana Jokowi dan oligarki (sebagaimana disuarakan YUSUF WANANDI) gagal semua. Hanya ini cara terakhir yang bisa dilakukan. Tapi yang inipun bakal GATOT (gagal total). Udah terimalah nasib bakal sengsara di hotel prodeo. Bisa busuk kalian disana. Mulai saat ini mending penjara-penjara di bagusin bikin seperti hotel karena kalian dan keluarga kalian bakal merana disana.
Waktu itu akan segera datang. Tunggu tanggal mainnya.

Nuun walqolami wamaa yaaturuun.
Wallahul muwaffiq …
Wallahu A’lam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *