Jakarta – Jurubicara Gus Dur, M Adhie Massardi menilai para intelektual di Tanah Air yang mendukung penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Cipta Kerja (Ciptaker) adalah intelektual pragmatis.
Oleh sebab itu menurut dia, maksud mantan Menko Perekonomian era Presiden Abdurrachaman Wahid atau Gus Dur, Rizal Ramli mengkritik Menko Polhukam Mahfud MD di Twitter terkait penerbitan Perppu Ciptaker merupakan cara untuk mengingatkan kaum intelektual yang cenderung pragmatis tersebut.
“Bukan hanya kepada personal Mahfud MD, melainkan pemerintah dan para intelektual se Indonesia yang cenderung pragmatis membenarkan Perpu Ciptaker yang jelas-jelas dinyatakan inkonstitusional bersyarat perlu perbaikan hingga tiga tahun,” ujar Adhie Massardi seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL Kamis (12/1/23).
“Saya melihat tujuan Bang Rizal Ramli juga bukan hanya kepada Pak Mahfud tapi kepada intelektual seluruh Indonesia yang memilih jalan pragmatis,” sambungnya.
Menurut Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ini, intelektual pragmatis itu tidak hanya di pemerintahan, lebih jauh daripada itu juga ada di perguruan-perguruan tinggi di Tanah Air.
“Contoh misalnya banyak rektor melarang mahasiswanya berdemonstrasi karena dia takut ditegur oleh Presiden. Kan kacau,” pungkasnya.
(Red/Sumber)






