POLISI FILIPINA KLAIM 61 TEWAS AKIBAT PERANG LAWAN NARKOBA SEJAK ERA MARCOS

Internasional429 Views

Manila – Juru Bicara Kepolisian Nasional Filipina (PNP) Kolonel Jean Fajardo mengatakan bahwa dalam perang melawan obat-obatan terlarang, setidaknya 61 orang tewas di Filipina dalam enam bulan terakhir.

“Antara 1 Juli dan 31 Desember 2022, 61 tersangka pelaku narkoba dibunuh dalam operasi anti-narkoba yang dilakukan pemerintah,” kata Fajardo seperti dikutip Anadolu Agency, Kamis (12/1/23).

“Itu termasuk operasi bersama dengan Badan Penegakan Narkoba Filipina,” sambungnya .

Namun data Dahas, sebuah kelompok pemantau yang dijalankan oleh Universitas Filipina, mengungkapkan terdapat 175 pembunuhan terkait narkoba di negara tersebut selama beberapa bulan pertama setelah Marcos menjabat sebagai Presiden, atau antara 30 Juni dan 31 Desember 2022.

“Ini membuat total kematian terkait narkoba menjadi 324 pada tahun 2022 tahun yang menjadi akhir dari pemerintahan Duterte dan dimulainya pemerintahan Marcos,” sebut Dahas.

“Agen negara masih mengungguli para penyerang, dan mendorong target utama tetapi titik panas telah bergeser dari Wilayah Ibu Kota Nasional dan Negros Occidental ke Kota Davao dan Cebu,” klaim kelompok itu.

Sebagaimana diketahui perang melawan narkoba Filipina diluncurkan pada Juni 2016 di bawah kepresidenan Rodrigo Duterte.

Duterte melakukan penangkapan besar-besaran terhadap pengedar dan pengguna narkoba dan membiarkan polisi membunuh setiap penjahat dan pengguna narkoba.

Pada 2018, Duterte mengumumkan penarikan Filipina dari Statuta Roma, yang mulai berlaku pada Maret 2019.

Namun, Pengadilan Kriminal Internasional membuka penyelidikan atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam “perang melawan narkoba” pada tahun 2021.

(Red/Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *