SETELAH TIGA HARI DI NAGANO, TIM PPWI BERGESER KE TOKYO

Uncategorized475 Views

Shinkansen – Sepuluh anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) pada Rabu pagi ini berangkat ke Tokyo dari Iiyama-shi menggunakan kereta super cepat Shinkansen untuk melanjutkan kegiatan sesuai jadwal di sana.

Pergeseran Tim ini dilakukan setelah menyelesaikan seluruh rangkaian acara di Prefecture Nagano, yakni homestay di Nagano-shi, pertemuan dengan Pemerintah Kota Iiyama-shi, dan orientasi lapangan tentang kepariwisataan di Minshuku Togari Onsen, Iiyama-shi.

Berdasarkan laporan pandangan mata dari Acep Kuswandi, salah satu peserta program kunjungan studi wartawan pariwisata PPWI ke Jepang ini, seluruh rombongan dalam kondisi sehat dan semakin bersemangat dalam mengikuti acara selanjutnya.

“Saya dan kawan-kawan peserta program dalam keadaan sehat wal afiat semuanya. Kami bahkan semakin segar-bugar dan penuh semangat untuk menikmati acara kegiatan berikutnya di Tokyo mulai hari ini,” ungkapnya kepada media ini via WhatsApp langsung dari Shinkansen yang masih melaju super cepat dari Iiyama-shi ke Tokyo, Rabu, (8/11/23).

Sesuai jadwal yang telah disusun bersama oleh PPWI dengan Hippo Lex Institute Japan, setiba di Tokyo nanti para peserta akan dijemput oleh host familinya masing-masing.

Mereka akan mengikuti pendalaman materi tentang budaya hidup masyarakat Jepang yang berkenaan dengan pengembangan pariwisata.

Menurut Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, hal ini sangat penting karena dunia kepariwisataan tidak mungkin berhasil dibangun dan dikembangkan tanpa keikutsertaan seluruh elemen masyarakat.

“Saya melihat kelemahan kita di Indonesia dalam mengembangkan pariwisata, salah satunya adalah kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang kepariwisataan, yang pada akhirnya kepedulian warga terhadap pariwisata di daerahnya menjadi rendah. Ini perlu menjadi perhatian kita bersama untuk membangun tourism mind-set sebelum bicara masalah infrastruktur pariwisata,” beber alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

Wilson Lalengke juga menyampaikan bahwa keluarga-keluarga Jepang sudah terbiasa membangun dan memelihara lingkungan tempat tinggalnya dengan sebaik dan semenarik mungkin, seakan-akan halaman dan tempat mereka akan dikunjungi wisatawan.

Hasil dari pola pikir yang berwujud aksi nyata dalam bentuk menjaga kebersihan, hidup tertata rapi dan teratur, ramah dan sopan kepada setiap orang, serta perilaku berperadaban tinggi lainnya, menjadikan setiap inchi wilayah Jepang hanyalah keindahan dan keindahan saja di mana-mana, di setiap waktu, selama ratusan tahun.

Semoga hal-hal penting ini dapat mulai di-didik-an kepada setiap warga masyarakat di negara Indonesia tercinta dalam rangka mengembangkan kepariwisataan Nusantara yang secara alamiah sudah disediakan kekayaan dan keindahan alamnya oleh Tuhan YME.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *