BNI GANDENG UMKM JAJAKI PASAR TURKI

UMKM & Ekraf579 Views

Ankara – Bank Negara Indonesia (BNI) terus melanjutkan upaya untuk mendorong lebih banyak produk UMKM menembus pasar global khususnya di Turki.

BNI pada Ahad (5/6/22) ikut menyemarakkan Festival Pasar Senggol Turki dengan memboyong 50 jenis produk mitra UMKM binaan.

Pasar Senggol merupakan sebuah festival ekonomi dan budaya Indonesia di Turki.

Terbentuknya festival ini adalah sebagai bukti nyata diaspora Indonesia yang memiliki usaha dan dapat survive di masa pandemi.

Corporate Secretary BNI Mucharom menyampaikan Turki adalah negara mitra dagang Indonesia yang nilai perdagangannya meningkat secara linear setiap tahunnya.

Mengutip data Kementerian Perdagangan Republik Indonesiaa, total perdagangan 2021 Indonesia-Turki tercatat USD2,01 miliar dengan Indonesia sebagai net eksportir surplus USD1,2 miliar.

Pertumbuhan ekonomi Turki pada 2021 masih mampu berada di 11 persen.

“Kementerian BUMN bersama BNI berharap tak sekadar mengoptimalkan potensi pasar tetapi ikut berkontribusi meningkatkan kerja sama ekonomi yang telah terjalin sangat baik sejauh ini,” ucapnya dalam keterangannya seperti dikutip Anadolu Agency, Senin (6/6/22)

Mucharom menyampaikan sebagai bank yang mendapat mandat untuk go global, BNI Mengirimkan setidaknya 50 jenis produk UMKM terbaik mitra binaan BNI.

Menurut dia, produk tersebut dapat menarik perhatian pelaku bisnis sekaligus konsumen Indonesia dan Turki sehingga dapat dibuatkan kerja sama lebih lanjut.

“Dengan bantuan dari KJRI, kami juga mendapat program link and match sehingga dapat lebih fokus dalam mempersiapkan barang-barang yang masuk ke pasar Turki,” katanya.

Adapun, brand UMKM binaan yang BNI bawa antara lain untuk kategori UMKM Xpora yaitu Bali Wirama dengan kategori Home and Garden Decor yang selama ini produknya 100 persen diekspor ke Eropa.

Lalu ada Faber Instrumen Indonesia dalam bidang usaha Instrumen Musik dan Homedecor dari Kayu seperti Radio Kayu, Shoehorn, Jam Dinding, Flasdick kayu yang produknya mulai dilirik oleh konsumen luar negeri karena keunikannya dengan ciri khas kayu Indonesia.

(Red/Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *