SUARA PKB PADA PEMILU 2024 DIPREDIKSI ANJLOK, INI ALASANNYA

Politik477 Views
Jakarta – Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam menilai Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin akan goyah tanpa dukungan dari Nahdlatul Ulama (NU).
“PKB tanpa NU akan semakin goyah,” kata Anam seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Jum’at (10/2/23).
Analisis tersebut disampaikan Anam merujuk pada pengalaman PKB di pemilu sebelumnya yang kerap berada di papan atas.
Menurutnya, capaian itu tidak lepas dari kemesraan PKB dan NU.
“Namun saat ini saya melihat kondisi tersebut mulai bergeser paca kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf (Ketum PBNU),” lanjut Saiful Anam.
Menurut akademisi Universitas Sahid Jakarta ini, KH Yahya Cholil Staquf telah mengembalikan posisi NU pada posisi yang sebenarnya. Di mana, tidak lagi sebagai organisasi yang memberikan dukungan kepada partai politik (parpol) manapun.
Netralitas NU ini tentu akan berdampak negatif kepada perolehan suara PKB pada pemilu mendatang.
“Dengan kondisi ini, tentu PKB mulai ketar-ketir dengan sikap NU yang tidak lagi menjadi penyokong dan memberikan dukungan kepada PKB. Bisa jadi ini merupakan awal kehancuran PKB pada Pemilu 2024 yang akan datang,” pungkasnya.
(Red/Sumber)