BANGKITKAN EKONOMI, MENPAREKRAF DORONG PENGEMBANGAN DESA WISATA DI ACEH

Pariwisata244 Views

Banda Aceh – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mendorong pengembangan potensi wisata yang ada di Desa Wisata Cinta Raja, Langsa, Aceh.

Dalam kunjungannya ke Desa Wisata Cinta Raja, Jum’at (15/4/2022), Sandiaga mengatakan desa ini memiliki potensi yang sangat besar untuk wisata alam. Diketahui, Desa Wisata Cinta Raja yang hanya berjarak tempuh 15 menit dari Kota Langsa ini menjadi lokasi persinggahan burung-burung yang bermigrasi dari berbagai benua di dunia.

“Desa wisata Cinta Raja ini menjadi suatu destinasi yang sangat spesial. Karena memiliki keunikan satwa yaitu burung-burung yang datang (bermigrasi) dari seluruh dunia,” kata Sandiaga.

Sehingga, potensi ini perlu dikelola dengan baik disertai dengan peningkatan kelengkapan amenitas dan aksesibilitas yang diperlukan, dan penambahan atraksi melalui event-event yang menarik. Dengan harapan, potensi yang telah ada di Desa Cinta Raja dapat semakin meningkat dan berkembang.

“Saya melihat kalau ini dikelola dengan baik seperti ini, ditambah dengan amenitas dan aksesibilitas yang lebih baik serta atraksi tambahan melalui event-event, desa ini bisa menjadi destinasi unggulan. Karena menurut saya, kegiatan bird watching di Desa Cinta Raja ini adalah bentuk best practice dari ecotourism,” kata Sandiaga.

Selain itu, Sandiaga menilai Desa Wisata Cinta Raja memiliki potensi produk ekonomi kreatif di subsektor fesyen, kuliner, dan kriya. Sehingga ia pun mendorong masyarakat yang ingin berkunjung ke Desa Wisata Cinta Raja untuk membeli produk-produk UMKM karya masyarakat setempat.

“Karena di sinilah tumbuhnya lapangan kerja, sekitar 97 persen lapangan kerja di Indonesia berasal dari sektor ekonomi kreatif. Jadi selain kita lihat-lihat burung di sini, kita juga beli produk-produk ekonomi kreatif,” katanya.

Sementara itu Wali Kota Langsa, Usman Abdullah menambahkan potensi yang ada di Desa Wisata Cinta Raja adalah aset yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Sehingga, ia pun mengajak warga masyarakat, perangkat desa, dan forum komunikasi pimpinan kecamatan untuk bersama-sama menjaga potensi alam yang ada di desa ini.

“Apabila ini dikelola dengan baik, maka masyarakat desa ini akan mendapatkan multiplier effect kepada masyarakat sekitar,” ucap Usman.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *