TEDDY MINAHASA DAN PENGACARANYA HENDRI YOSSO

Opini1271 Views
Oleh : Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung
Kelihatan kedua anak manusia ini biasa-biasa aja. Yang membedakan hanyalah pada profesi mereka.
Yang pertama polisi berpangkat Jendral bintang dua yang ketangkap karena kasus narkoba dan yang kedua pengacara kondang dan ketua GRANAT. Salah satu organisasi yang ANTI NARKOBA sampai ke ubun-ubun. Di sinilah tulisan ini berpusat.
Sepintas lalu kelihatan KONTRADIKTIF. Yang satu ketangkap karena narkoba tapi yang satu membela orang yang ketangkap karena kasus narkoba. Yang kita tahu Bang Hendry Yosso ini sangat murka kalau bicara soal narkoba. Nadanya sangat tinggi kalau menjelaskan soal seluk beluk narkoba dan jaringannya. Bagi Bang Hendry yang biasa kita panggil tidak ada ampun kalau sudah kena narkoba apalagi sebagai pengedar dan penjual. Kemana aja kasus itu pergi akan diikuti oleh Bang Hendry untuk dimusnahkan bahkan sampai mau dibinasakan. Tidak main-main beliau kalau soal ini. Tapi koq mau jadi pengacara Teddy MP yang dituduh sebagai pengedar dan penjual narkoba walau ini belum terbukti di pengadilan.  Ini baru berita media.
Tulisan ini mau mengulas sedikit yang kontradiktif itu. Supaya kita masyarakat jangan cepat menghakimi orang seperti ke Teddy MP.
Sebab bukti-bukti di lapangan sangat bertabrakan semua.
Diantaranya;
1). Teddy dituduh pengedar dan penjual narkoba. Apa iya ya seorang lulusan terbaik dikepolisian 1993 kemudian menghancurkan karirnya hanya sekedar cari uang receh nan haram. Teddy MP itu udah kaya dari dulu. Orang tuanya bukan orang yang miskin kemudian menyuruh anaknya masuk polisi agar bisa jadi kaya. Itu pikiran orang dungu.
2). Kalau Teddy pengedar. Masa setelah jadi jenderal yang kaya mau jadi pengedar dan penjual narkoba? Apa iya begitu?
3). Dituduh pemakai juga tidak terbukti. Teddy tidak pernah merokok. Biasa kalau perokok rentan menjadi pemakai narkoba kata dokter.
4). Ini yang seksi, Teddy dijegal karena dia bakalan jadi Kepala BARESKRIM di Mabes POLRI. Berarti Teddy bakal jadi bintang 3. Ini benar-benar terjadi perang bintang di kepolisian. Bayangkan Teddy udah dua kali jadi KAPOLDA tipe B kemudian pimpinannya menarik ke pusaran KAPOLDA tipe A tapi BUUUAAAR meledak. TR KAPOLRI kalah cepat dengan nasib Teddy ditersangkakan sebagai penjual narkoba. Ini gak bisa diprediksi manusia. Ini sudah isyarat langit. KAPOLRI gak bisa berbuat apa-apa. Maka sirna sudah keinginan Teddy bakal jadi KABARESKRIM setelah jadi KAPOLDA JATIM. Akhirnya orang lain yang bakalan jadi KABARESKRIM Dan mudah-mudahan itu teman kita juga. Berharapkan bisa. Tapi yg semua itu Allah SWT yang menentukan bukan KAPOLRI. Pak sigit hanya mengeskakan bukan yang menentukan. Semua suara dari langit. Masyarakat mau protes juga gak bisa. Pak DUDUNG yg dibilang jenderal baliho aja sampai bintang 4 dan gak ada warga yang ribut ke Panglima kenapa kasih bintang 4 ke Pak Dudung. Nah ini bisa terjadi juga di kepolisian.
5). Teddy dibela oleh Pengcara Hendry Yosso yang anti narkoba. Ini baru menarik. Kita harus melihat kalau sudah sampai kepengadilan. Kita akan menyaksikan perdebatan-perdebatan yang mengasyikkan antara pengacara, jaksa dan hakim. Ini tak ubahnya kita menonton film JUSTICE BAO (film Cina yang berkisah tentang hakim yg adil di pengadilan) dalam dunia nyata.
Teddy harus diback up oleh media yang independen dalam menyuarakan kasus yang dia derita saat ini supaya masyarakat tahu yang sebenarnya. Soalnya kasus narkoba ini gampang sekali di sematkan kepada orang yang sudah diincar. Cuma ini hebat-kena sama jenderal polisi. Tugas KAPOLRI sangat berat sekali. Bertubi-tubi anak buahnya terlilit kasus. Pak KAPOLRI harus MERUWAT kantornya agar semua kepolisian bisa bekerja dengan tenang tanpa ada beban seperti sekarang ini. Harus undang kyai-kyai langitan dari semua unsur ORMAS untuk baca do’a, dzikir dan wirid di kantor polisi yakni Mabes POLRI.
Pak KAPOLRI gak bisa sendiri menata ini. Harus libatkan orang-orang yang selalu berkomunikasi dengan penduduk langit dan PENGUASA ALAM yakni Allah.
Semoga badai cepat berlalu di kepolisian.
Wallahu A’lam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *