SAATNYA MUHAMMADIYAH MERUBAH DAN MEMILIH KETUANYA DARI KALANGAN INTELEKTUAL, ERA PARA KIYAI MINGGIR DULU

Opini228 Views

Oleh : Moh Naufal Dunggio

Aktivis dan Ustadz Kampung

 

MUSYWI terakhir DKI memasuki tahap-tahap super alot untuk memutuskan calon tetap yang akan duduk di PWM DKI boleh berKTP diluar Jakarta atau gak. Karena calon kuat seperti Rektor (UMJ) Universitas Muhammadiyah Jakarta yakni Dr. Makmun Murod Albarbasi berKTP Bekasi dan dr. SLAMET BUDIARTO berKTP Depok. Tapi akhirnya diputuskan calon-calon tetap biar pake voting. Inilah Muhammadiyah yang egaliter. Era memilih KETUA seorang Kiyai udah berakhir karena yang bergelar KIYAI di DKI udah langka karena banyak yang sudah koid dan Muhammadiyah DKI belum bisa mengkaderkan Kiyai di DKI. Kalau intelektual banyak.

 

Maka dari itu pada Musywil saat ini pilihlah intelektual yang bermental Kiyai dan berakhlakul Karimah. Jangan pilih pengurus yang datang cuma isi absen kehadiran dan pulang mengharapkan ongkos dari organisasi. Muhammadiyah DKI harus melebihi PWM-PWM yang lain. PWM JATIM udah beli gereja di Spanyol. Nah PWM DKI udah beli apa? Jangankan mau beli ini dan itu, mau bayar hutang yang tinggal 2 atau 3 M aja masih ngos-ngosan. Padahal DKI punya AUM cukup mentereng yakni punya kampus besar yang tak kalah megahnya dengan Malang yakni UHAMKA dan UMJ.

 

Pilihlah pengurus yang punya pemikiran yang jauh kedepan terutama mengembangkan Dakwah yang interpreneur. Supaya Muhammadiyah bisa lebih berdaya membantu anggota jika terdesak kebutuhan hidupnya.

 

Jangan sampai Muhammadiyah hanya berkutat di status quo aja. Yang jadi pengurus dari priode ke priode itu ituuu aja. Sehingga gak bisa ganti kalau gak mati.

Apalagi orang diluar sangat berkeinginan mau masuk ke Muhammadiyah untuk diacak-acak. Partai sekuler yang anti Islamnya aja sudah mulai masuk di Muhammadiyah. Sehingga gak sungkan-sungkan didalam acara reami Muhammadiyah melalui mimbar pidato udah berani mengajukan simbol JARInya dengan METAL. Kalau dibiarkan begini maka tidak mustahil Muhammadiyah akan jadi berMETALIA kalau gak jadi organisasi berMETALIKA.

 

Jangan salah pilih pengurus tetap di PWM DKI karena ini ibukota negara. Pilihlah mereka yang intelek dan berintegritas. Kalau gak bisa ceramah dan khutbah gak apa-apa. Sebab di dalam tubuh Muhammadiyah ada Majelis Tablig dan Majelis Tarjih. Mereka ahli di bidang agama. Mau DOKTER apalagi yang DOKTOR jadi pengurus dan ketua itu lebih survife dan lebih nendang kata orang Betawi. Jangan jadi pengurus hanya untuk cari kerja di Muhammadiyah.

 

Selamat berMUSWIL dan mencari pengurus tetap.

Jayalah Muhammadiyah.

 

Wallahu A’lam ….