Oleh: Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung
Di SULUT khususnya di Manado dan sekitarnya di bulan Desember ini banyak wanita Islam berubah jadi wanita Iblis karena menjadi sok toleransi pakai bawa-bawa nama organisasi Islam. Mereka menunjukkan pada dunia luar bahwa Umat Islam umat yang toleransi dan mau menunjukkan daerah mereka adalah daerah cinta damai. Sehingga mereka tak malu-malu gak tau dapat dalil dari mana mereka mau nyanyi-nyanyi lagu gerejawi/rohani dengan memakai JILBAB sambil bergoyang-goyang dikit di dalam gereja.
Daerah kita damai karena kita umat Islam tidak pernah menuntut dan protes akan ketidakadilan yang di rasakan umat Islam. Seperti kejadian aksi damai Palestina kemarin di Manado dan meledak di Bitung sehingga ada yang jadi korban.
Dan yang menjadi miris bagi kita umat Islam ni wanita-wanita yang mengaku Kerukunan Wanita Islam (KWI) berubah wujud jadi Kerukunan Wanita Iblis (KWI) juga. Sebab kalau dia menamakan wanita Islam gak mungkin akan nyanyi-nyanyi di dalam gereja dengan lagu-lagu rohani gerejawi. Ajaran dari mana itu nyanyi-nyanyi disitu. Dan kalau ada ustadz atau Kyai atau Ulama membolehkannya maka siapa dia. Apa yang di cari paling hanya beberapa gepok uang merah dari penguasa yang kebetulan bukan beragama Islam.
Memang orang-orang Islam ini kalau miskin harta dan miskin IMAN dan AQIDAH gampang sekali di ajak-ajak ketempat begitu, apalagi di bekali dengan sergam untuk masuk bikin pertunjukkan di gereja. Dan bukan hanya ibu-ibu tapi yang di anggap ustadznya juga udah rapi dan ikut serta dengan memakai sorban warna merah yang tak ubahnya seperti pendeta.
Pantesan Umat Islam dilihat sebelah mata oleh orang lain di pihak sana karena sikap dan mental kita seperti tambio/PSK kalau di bayar. Semua kalau urusan duit jadi hijau matanya agama jadi gak berarti. Nanti mau istigfar kalau selesai udah keluar dari gereja.
Bukan kita anti nashara, bukan. Cuma dalam bertolerasi itu bukan harus ikut nyanyi-nyanyi di dalam gereja. Apalagi mau bikin ulang tahun di dalam gereja. Emangnya gak ada tempat lain untuk mengadakan ulang tahun …. apa harus di dalam gereja? Baru bangga di do’ain oleh pendeta di gereja tersebut. Mungkin kalau saat itu yang berulang tahun MATI langsung masuk ke surga yang paling tinggi karena bikinnya di dalam gereja dan di berkati oleh pendeta.
Semoga saat nyanyi-nyanyi dalam gereja itu tidak dilihat anak-anak mereka sehingga jadi amal jariah yang SUUU’ dan tidak ditiru oleh generasi berikutnya.
Mungkin ini gak akan ada yang mau menegur karena nanti di cap dan di bilang INTOLERAN dan RADIKAL. Persetan mau bilang apa karena ini dakwah untuk kalangan umat Islam. Kalau udah jadi IBLIS pasti marah-marah dan sumpah serapah akan ditujukan kemari. Gak apa-apa teruslah dengan kelakuan kalian yang MEMPERMALUKAN dan MELECEHKAN Islam karena di kubur koq masing-masing. Bersuka rialah kalian nyanyi sambil bertepuk tangan mengikuti irama piano di dalam gereja. Jika IZROIL udah cabut maka aman lah kalian dalam SUUL KHATIMAH. Semoga.
Wallahu A’lam ….
