PENTINGNYA AKSI PENGHILIRAN PANGAN

Opini1245 Views

Oleh : Rifda Naufalin
Guru Besar Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Soedirman

Penghiliran sektor pangan akan menjadi fokus pemerintah pada 2023. Penghiliran sektor pangan yaitu pada berbagai komoditas diantaranya di bidang hortikultura, tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan.

Komoditas penghiliran unggulan di Direktorat Jenderal Perkebunan diantaranya adalah sawit, kopi, kakao, minyak atsiri, dan kelapa. Sedangkan, untuk komoditas penghiliran utama yaitu bawang merah, cabai, pisang, nanas dan beraneka tanaman obat. Penghiliran merupakan strategi pendekatan yang dapat membantu pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan memiliki potensi untuk membantu dalam pengendalian inflasi.

Pendekatan ini dianggap sebagai strategi yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, bahkan memiliki potensi yang signifikan dalam upaya pengendalian inflasi. Penghiliran, yang melibatkan proses pengolahan dan peningkatan nilai produk pertanian, memiliki tujuan mewujudkan produk olahan dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Dalam konteks ini, penghiliran memiliki peran penting dalam memperkuat kestabilan pasokan pangan. Melalui tindakan penghiliran, potensi kenaikan harga yang tajam dapat ditekan, sehingga harga-harga pangan cenderung lebih stabil.

Selain itu melalui penghiliran dapat menjadi salah satu upaya untuk memvariasikan produk pangan yang dikonsumsi dan tidak bergantung pada satu jenis saja serta dapat membantu menekan fluktuasi harga tertentu. Dengan adanya keberagaman produk yang dapat dipasarkan, peningkatan harga pada satu produk pangan tertentu tidak akan langsung berdampak besar pada inflasi keseluruhan.

Salah satu permasalahan terkait dengan pemasaran dapat diatasi dengan adanya penghiliran. Penghiliran memfasilitasi produk pertanian untuk mencapai pasar dalam kondisi lebih optimal, mengurangi pemborosan dan potensi kerugian selama proses distribusi.

Dengan meningkatkan efisiensi dalam rantai pasokan pangan, biaya produksi dan distribusi dapat ditekan, yang pada akhirnya berdampak pada harga akhir produk dan membantu dalam mengendalikan inflasi.
Di samping itu, penghiliran sektor pangan juga memberi peluang besar untuk memicu pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja baru dan peningkatan pendapatan bagi para petani dan pelaku usaha dalam sektor pangan.

Penghiliran menjadi salah satu solusi yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu daerah dengan memberikan nilai tambah pada produk, menciptakan lapangan pekerjaan baru, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan produk baru yang bisa dipasarkan di pasar internasional, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam, maka program tersebut menjadi strategi yang tepat untuk diimplementasikan.

Penghiliran menjadi hal yang sangat penting karena dapat meningkatkan nilai tambah produk dan memberikan peluang pasar yang lebih luas. Produk yang telah diolah akan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah dan nasional.

Kementerian Pertanian telah mendorong pengembangan penghiliran dan ekspor pangan lokal. Upaya ini dilakukan guna meningkatkan ketahanan pangan dan perekonomian nasional dengan mendorong para pelaku usaha pangan mikro menengah berkontribusi pada peningkatan kualitas produk olahan pangan berorientasi ekspor.

Dengan demikian, langkah ini tak hanya menciptakan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah, melainkan juga memberikan kontribusi substansial pada ekonomi nasional.

Bank Indonesia telah berkomitmen untuk memberikan dukungan dalam menjaga terkendalinya inflasi volatile food (VF) dan ekspektasi inflasi melalui penguatan dukungan fasilitasi pasar murah, koordinasi penguatan dan perluasan kerja sama antardaerah (KAD), serta penguatan koordinasi dan komunikasi kebijakan pengendalian inflasi. Pangan memegang peranan yang cukup besar terhadap inflasi nasional. Inflasi lebih didorong sektor pangan (volatile foods) dan barang-barang yang harganya diatur pemerintah (administered goods).

Sejalan dengan upaya tersebut, program penghiliran sektor pangan telah diinisiasi sebagai bagian dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) se-Jawa telah memperkenalkan dua program unggulan untuk mendukung tercapainya ketahanan pangan nasional.

Adanya program tersebut berperan dalam penurunan inflasi pada 2022 dan diharapkan dapat menjadi program yang tepat untuk mengendalikan tekanan inflasi pangan, mendorong produksi, serta mendukung ketahanan pangan nasional. Pengendalian inflasi berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Dalam hal ini, Bank Indonesia telah dan akan terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong perkembangan ekonomi yang sehat melalui langkah-langkah yang efektif dalam mengendalikan inflasi, terutama di sektor pangan yang memiliki dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Hubungan antara inflasi dan pertumbuhan ekonomi saling berkaitan. Inflasi yang tinggi dan tidak stabil cerminan dari ketidakstabilan perekonomian yang berakibat pada naiknya tingkat harga barang dan berakibat pada semakin tingginya tingkat kemiskinan di Indonesia. Apabila tingkat inflasi tinggi maka dapat menyebabkan lambatnya pertumbuhan ekonomi, sebaliknya inflasi yang relatif rendah dan stabil dapat mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi.
Dalam rangka mencapai tujuan-tujuannya, Bank Indonesia menyadari pentingnya keselarasan antara pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi. Keduanya perlu diintegrasikan dengan baik guna mencapai hasil yang optimal dan berkelanjutan dalam jangka panjang. BI berkomitmen untuk merancang kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang sehat dengan tetap menjaga stabilitas harga.

Dalam konteks ini, pengendalian inflasi menjadi prasyarat penting untuk memastikan lingkungan ekonomi yang kondusif bagi perkembangan yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *