ORANG MADURA KOQ DIANCAM-ANCAM

Opini298 Views

Oleh: Moh Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung

Asyik juga panggung dunia persilatan perpolitikan Indonesia. Banyak barang-barang busuk berbau menyengat sekali terungkap ke publik oleh seorang MADURA alumni pesantren. Ini bukan orang Madura kaleng-kaleng yang jadi penjual besi tua. Atau Madura penjual sate Madura. Atau Madura sebagai juragan sapi kerapan. Tapi beliau Madura alumni pesantren yang latar belakang dari ORMAS NU garis lurus yang melanjutkan kuliah ke UII dan UGM. Dan sudah pasti beliau jelas ijazahnya asli. Dan pendidikan terakhir sebagai seorang Profesor. Titel tertinggi dalam dunia pendidikan. Namanya Prof. Dr. KH. Mahfud MD. Mentri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan.

Qadarullah garis tangannya membawa beliau di berbagai jabatan di tanah air sejak zaman Presiden Gus Dur sampai ke Presiden sekarang ini yakni Jokowi. Namun nanti di zaman pemerintahan ini gigi taring beliau muncul kiri kanan atas bawah. Sehingga sang menteri wanita drakula penghisap pajak rakyat tak berdaya dibuatnya.

Semua diungkap oleh beliau dengan gagahnya. Beliau berani karena sekarang beliau sebagai MENKOPOLHUKAM membawahi beberapa kementerian dan TNI/POLISI, Kejaksaan dan Kehakiman serta BIN dan PPATK. Keberanian beliau mengungkap kebocoran di kementerian keuangan menjadi ngeri-ngeri sedap bagi Bu SRIMUL dan pejabat-pejabat ASN khususnya di tempat basah. Bukan hanya basah lagi tapi banjir tsunami. Kebiasaan istri-istri pejabat yang biasa hidup hedon selama ini seperti tiarap. Mau berganti peran kayak pemulung supaya harta yang di dapat tak tercium PPATK dan dilaporin ke pak Mahfud MD. Wah kalau udah di tangan Cak Mahfud habis karcis pertunjukan kekayaan pribadi. Dirjen pajak ayahnya Dandi sudah merasakan itu.

Cak Mahfud dicoba di datangi SriMul di kantor beliau dengan alasan klarifikasi tapi gak tembus padahal udah pake jabat tangan di depan wartawan. Supaya gak kelihatan ada apa-apa tapi wajah sang drakula penghisap pajak rakyat begitu kaku. Gak mempan dengan itu maka di kerahkan para influenser dan buzzerRp menyerang Cak Mahfud tetap gak ngepek. Di minta anggota DPR saat dengar pendapat dengan ancaman-ancaman pasal ini dan itu tapi malah di serang balik sama Cak Mahfud yang profesor ini. Gak tanggung-tanggung pakai kaidah usul fiqh lagi saat menjawab salah satu anggota DPR yang suka memotong penjelasan Cak Mahfud yang juga alumni pesantren. Macan-macan di DPR seperti si suneo ARTERIA DAHLAN dari PDIP dan BENNY K. HARMAIN dibuat sakit gigi dan lidah jadi kelu di upercut oleh Cak Mahfud.

Intinya di republik ini yang jadi role model adalah Cak Mahfud diantara para pejabat yang gak takut kepada siapapun selain kepada Allah SWT. Yah negitulah anak pondok. Kayaknya pertunjukan panggung perpolitikan baru di mulai. Dan ke depan masih ada kejutan demi kejutan oleh Cak Mahfud. Sebab orang-orang di DPR khususnya satu komisi dengan suneo tidak akan tinggal diam. Mereka akan membalas kepada Cak Mahfud. Kalau itu terjadi maka tidak segan-segan kedepan Cak Mahfud akan terjadi perang dengan DPR. Tinggal kita lihat siapa yang menang. Kalau kita rakyat pasti ada di belakang Cak Mahfud. Kalau itu terjadi maka naga-naganya gak salah kalau Anies pilih Cak Mahfud sebagai WAPRESnya. Bravo Cak Mahfud.

Nun wal Qolami wamaa Yasturuun.
Wallahu muwaffiq ila atwamittoriiq. Wallahu A’lam.