NYESEL DULU DI SOLO GAK BELAJAR BAHASA INGGRIS, GAK NYANGKA BISA JADI PRESIDEN SIH

Opini1652 Views

Oleh : Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung

Bekasi – Jika tahu dari dulu bisa jadi presiden maka dari dulu di Solo udah belajar BAHASA INGGRIS. Supaya saat melawat ke Amrik kayak sekarang gak malu-maluin rakyat Indonesia. Masa presiden kalah dengan salah satu gubernurnya. Yang lancar bahasa Inggrisnya sampai bisa mengisi kuliah umum di kelas doktoral waktu lawatannya ke Inggris.

Melihat foto-foto tatkala Jokowi lawatan keluar negeri, sungguh membuat hati rakyat Indonesia kecut. Orang-orang yang memilih Jokowipun pada MIRIS hatinya menahan malu melihatnya apalagi orang-orang yang gak memilih Jokowi. Kasihan kaan kalau seorang kepala negara dinilai BODOH bin DUNGU oleh masyarakat luar dan dalam negeri.

Dulu Pak Harto juga kita tahu gak bisa bahasa Inggris karena selalu memakai penterjemahan tapi cara diplomasi Pak Harto benar-benar ulung dan gak jago kandang. Jadi ada anggapan dari sebahagian rakyatnya bahwa gak mungkin Pak Harto gak ngerti bahasa Inggris. Cuma pak Harto mau memperkaya bahasa Indonesia aja supaya dikenal oleh masyarakat luar negeri.

Beda dengan Jokowi, karena biasa dengan pencitraan maka di dan ke luar negeripun masih bikin pencitraan. Sok-sokan bisa bahasa Inggris tapi nyatanya belepotan. Pakai penterjemahan aja kenapa malu…? Bicara bahasa Indonesia aja kayak bayi lagi belajar bicara apalagi pakai bahasa asing.
Yah sudah mau bilang apa kalau kita punya presiden OON.

Maka dari itu setelah Jokowi, rakyat jangan salah memilih pemimpin nasional. Kalau tanya kepada kita bahwa kita milih siapa maka jawabannya bahwa kita udah punya calon yakni ANIES RASYID BASWEDAN.
Terserah kalian mau pilih siapa. Kalau kita ini aja Bang Anies.

Wallahu A’lam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *