Oleh : Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung
Sejak awal rezim ini berkuasa nyawa rakyat udah banyak terbuang percuma tanpa ada yang bertanggung jawab. Mulai dari petugas KPPS yang wafat kurang lebih 800 orang. Kematian mereka hilang beritanya ditelan bumi bersama jasad mereka. Dan negara diam aja. Berikut kematian di depan BAWASLU pada tanggal 11-12 Mei. Dan saat ini di stadion kanjuruhan Malang. Ratusan sporter mati sia-sia karena menonton Arema dan Persebaya.
Kalah kejadian di luar negeri tentang kematian sporter. Dan anehnya kematian rakyat itu disebabkan tangan berdarah pihak kepolisian. Suatu lembaga keamanan negeri dengan semboyan MELAYANI, MELINDUNGI dan MENGAYOMI tapi paling banyak mengambil dan memangsa nyawa rakyat atas nama keamanan.
Kalau tidak mengambil nyawa rakyat kerja mereka menuduh rakyat dengan pasal-pasal untuk menjerat rakyat bila beroposisi pada rezim berkuasa.
Gubernur Papua Lukas Enembe sekarang lagi merasakan itu. Dan yang bernafsu mentersangkakan Lukas bukan ketua KPK yang polisi berpangkat Jendral bintang 3 tapi yang bernafsu justru MENKOPOLHUKAM Mahfud MD.
Begitu juga Gubernur Anies Baswedan. Ketua KPK yang jendral polisi itu bernafsu mau MEMENJARAKAN ANIES dengan kasus yg dibikin-bikin tentang Formula E.
Rupanya Mohammad Irawan atau dipanggil sehari-hari yakni Iwan Bule ketua PSSI yang jendral polisi bintang 3 tidak mau kalah dengan Jendral polisi yang lain yang memusuhi Anies. Dia dengan pongahnya mengatakan bahwa Jakarta International Stadium (JIS) tidak masuk kategori stadium yang direkomendasi FIFA atau apa namanya. Eh beberapa hari kemudian setelah dia ngomong begitu terjadi tragedi di stadion Kejuruhan Malang.
Qudratullah untung kematian sporter itu BUKAN DI JIS. Kalau dI JIS maka habislah Anies. Bakal gak bisa ikut KONTESTASI PILPRES. Ini jalan-jalan Tuhan mau menunjukkan kekuasaanNYA terhadap hamba-hambaNYA yang pongah, sombong dan penjilat. Sombong itu pakaian Tuhan Allah. Kita manusia diharamkan memakainya. Mau melawan Tuhan lagi dengan mendzalimisesama manusia ..? Coba lakukan kalau memang jago apalagi yang punya sejata plus udah jadi jendral.
Pertanyaan berikutnya SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB dengan KEMATIAN RATUSAN SPORTER itu karena PANIK ditembaki GAS AIR MATA ke tribun penonton..? Harusnya Ketua PSSI kalau dia gentle dan KAPOLDA JATIM harus MUNDUR setelah kejadian ini. Mereka tidak becus memegang amanah rakyat. Begitu juga PRESIDEN jangan hanya diam gembira dengan kematian rakyatnya karena ulah polisi. Ternyata dikepolisian yang bermental SAMBO tidak seorang. Mereka berjama’ah. Yang gampang memangsa jiwa rakyatnya. Akan berapa lagi yang akan menyusul BRIGADIR JOSUA dan SPORTER AREMANIA? Perlu kita pikirkan kembali, di negeri ini apa masih perlu kita punya kepolisian? Kayaknya kita harus tiru seperti satu negara di amerika latin yg membubarkan kepolisian karena gak bisa diatur dan diperbaiki.
#SAVE NKRI
#SAVE RAKYAT INDONESIA
#SAVE KEPOLISIAN …
Wallahu a’lam …
