MENGUKUR KWALITAS PASLON CAPRES CAWAPRES TAK BERTITEL AKADEMIS

Opini1915 Views

Oleh: Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung

Ini bukan sulap juga bukan sihir. Dan ini juga bukan fitnah dan hoax. Tapi benar-benar nyata dan tak terbantahkan. Biar mau pake argumen apa aja. Setelah diamat-amati baru sadar kita semua bahwa diantara pasangan calon capres dan cawapres ada yang pincang jati diri mereka. Kalau selama ini saat kontestasi pasangan capres dan cawapres selalu menyuguhkan pasangan intelektual dengan bertabur titel akademik di depan dan belakang nama mereka namun hanya saat ini ada pasangan calon yang tak bertitel sama sekali walaupun hanya berupa titel penghargaan seperti honoris causa.

Paslon nomor 1. Tidak di ragukan intelektualnya khususnya capresnya. Beliau udah di akui sampai ke tingkat dunia. Hanya orang bodoh yang tidak akan memilih mereka. Ini perpaduan seorang intelektual murni dan seorang santri yang intelek. Indonesia dengan segala keterpurukannya akan rugi kalau tidak menjadi kan AMIN (ANIES MUHAIMIN) menjadi presiden dan wapres pada tahun depan. Dan berkuasa sampai dua priode. Saking pintarny sang Capres no.1, bagi kalangan pendengki dan sirik menjuluki beliau hanya pandai berkata-kata dan tidak bisa kerja seperti di DKI. Yang pasti yang bicara ini disamping sirik dia juga buta dan gak pernah ke jakarta. Orang seperti ini biar aja mati dengan kedengkiannya.

Kalau paslon no.2, ini mereka paslon capres dan cawapres yang tak bertitel secara akademik, memang gak ada tapi mereka berdua diberikan titel sejenis titel GEMOY dan SAMSUL (aSAM SULfat)
Jadi jangan heran kalau kedua orang ini selalu bertindak aneh-aneh karena gak pernah makan bangku sekolahan tinggi dalam sebuah universitas. Mereka hanya masuk sekolah setingkat kursus baik di militer dan yang lainnya. Sebab harus diakui kalau orang yang pernah sekolahan tinggi saat berhadapan berdebat walaupun dia agak urakan tapi tetap terukur gaya bicaranya sehingga gak akan keluar kata-kata makian seperti NDASMU ETIK atau seperti mau nasehati ibu hamil agar mengkonsumsi SAMSUL (aSAM SULfat). Dan pasangan ini yang mau dipaksakan dengan segala cara oleh si tukang lip service yang tak punya ijazah. Dia mencoba mau mengulangi masa-masa kecurangan dia waktu 2019 dulu agar bisa terulang lagi sehingga anaknya yang menjadi anak haram konstitusi bisa terpilih menjadi WAPRES kemudian setelah jadi, 3 bulan berikut si gemoy di KPPSkan atau di Munirkan sehingga si SULFAT bisa menggantikan jadi presiden.
Ooooh … tidak semudah itu gettuso.

Dan selanjutnya yang terakhir paslon nomor 3. Walaupun mereka akan menjadi petugas partai tapi mereka masih dalam kategori intelektual. CAPRESnya alaumni UGM beneran sama dengan paslon CAPRES no.1. Cuma yang ngeri-ngeri sedap wakilnya cawapres no.3. Ini profesor ahli hukum bukan kaleng-kaleng. Beliau sudah mencicipi trias politik MOUNTESQUE. Yakni eksekutif, legislatif dan yadikatif. Nanti dalam debat cawapres nanti beliau akan berhadapan dengan si bocil belimbing sayur. Bisa dilihat perdebatan nanti apakah sang profesor jadi samsul atau si bocil jadi proflung (profesor linglung). Sudah pasti sang profesor akan mendapat tekanan dari ayahnya si anak haram konstitusi itu. Dan sudah pasti juga si planga plongo gak mau melihat anaknya dipermalukan oleh profesor di ruang publik. Jadi siap-siaplah sang profesor di tekan bahkan kalau perlu juga bisa diancam. Tapi gak usah kwatir si bocil bisa lepas dari si profesor tapi yakinlah gak bisa lepas dari Cak Imin sebagai mantan aktivis PMII.

Asyik kalau pemilihan CAPRES tahun depan tanpa Jokowi. Memang jokowi harus kemana …? Yah diturunkanlah oleh gerakan rakyat dalam bentuk PEOPLE POWER. Kalau itu terjadi maka kentestasi PILPRES ini akan lebih berkwalitas tanpa ada yang memaksakan syahwatnya agar bisa berkuasa lagi atau yang mau meneruskan program-programnya yang gila-gilaan memakai uang rakyat alias korupsi. Semoga ini benar-benar terwujud PEMILU tanpa jokowi.
Semoga … soon. AMIN ya Allah.

Wallahu a’lam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment