MENGAPA RAKYAT KHUSUSNYA PENGUSAHA AKAN MEMPERTAHANKAN SISTEM PILPRES LANGSUNG?

Opini216 Views

Oleh : M.Hatta Taliwang
Aktivis

LU BU WEI : BETERNAK PENGUASA ITU SANGAT BESAR UNTUNGNYA. TAK ADA BISNIS LAIN UNTUNGNYA SEBESAR BETERNAK PENGUASA

1.Banyak dana berputar. Baik dana dari Pemerintah/ KPU maupun dana dari capres/ cawapres dan dana dari pendukung capres/cawapres. Hitungannya bisa ratusan triliun. Ini secara ekonomi dianggap positif.

2. Yang kecipratan dana ini
2.1. Timses dan relawan dari pusat hingga daerah terpencil mencakup puluhan atau ratusan ribu orang. Ini lapangan kerja.

2.2. Para pejabat birokrat dari
Gubernur, bupati, walikota, camat, lurah, kepala desa hingga RW dan RT, apalagi yang merangkap TIMSES. Bayangkan jumlahnya di seluruh Indonesia. Bisa ratusan ribu. Ini lapangan kerja dadakan.

2.3. Para aparat baik kepolisian, TNI , Ormas tertentu yang punya capres sampai hansip kecipratan dana keamanan dll. Bayangkan jumlahnya di seluruh Indonesia. Bisa puluhan ribu. Ini lapangan kerja dadakan juga.

2.4. Puluhan ribu atau ratusan ribu yang menjadi KPPS. Ini lapangan kerja dadakan juga

2.5. Puluhan atau ratusan ribu yang menjadi saksi. Ini lapangan kerja dadakan juga

2.6. Ribuan orang yg menjadi anggota KPU/ KPUD Provinsi dan Daerah. Ini lapangan kerja permanent.

2.7. Ribuan orang yg menjadi anggota Bawaslu/ Bawaslu Provinsi dan Daerah. Ini lapangan kerja permanent.

2.8. Puluhan dan mungkin ratusan juta rakyat pemilih yang siap menerima dana sogokan. Tidak hanya terima dari satu capres/cawapres lagi.

2.9. Pengamat politik profesinya bermanfaat karena setiap saat selama tahun tahun politik mendapat kesempatan tampil di berbagai media.

2.10. Lembaga Survei dan Konsultan Politik mendapat order milyaran dimasa masa tahun politik. Bahkan sepanjang waktu karena ada Pilkada dll. Sudah jadi profesi menjanjikan.

2.11. Media TV, media masa bahkan media online mendapat penghasilan dari iklan atau order khusus dari capres cawapres.

2.12. Pengusaha cetakan, pembuat spanduk di seluruh Indonesia mendapat order besar.

2.13. Pengusaha tekstil dan kaos dan berbagai atribut menjadi hidup.

2.14. Hotel hotel dan lapangan tempat acara kampanye atau penyuluhan menerima sewa yang lumayan dari berbagai event politik. Dan itu terjadi di seluruh Indonesia.

2.15. Pengusaha makanan dan minuman mendapat order dari berbagai partai dan itu meliputi seluruh Indonesia.

2.16. BuzzeRp panen untuk menyebar hoax dan fitnah.

3. Pokokya secara ekonomi banyak barang dan jasa berputar dari aktivitas Pilpres langsung.

4.Meskipun ada kritik Pilpres langsung bisa melahirkan Presiden Boneka Kapitalis, bisa terpilih hasil rekayasa, bisa terpilih orang yang tak terduga kualitasnya,bisa membuat perpecahan atau pembelahan di masyarakat, Presiden tak bertanggung jawab ke siapa atau lembaga mana, bisa dipilih kedua kali tanpa evaluasi prestasi periode pertama, hanya bisa diikuti kalangan tertentu yang punya sponsor yang didukung partai, bisa tidak memenuhi kriteria demokrasi 50+1, bisa lahir dari kecurangan dll, namun karena manfaat ekonominya ,banyak buat rakyat,maka teoritis agak berat mengajak rakyat utk memilih Presiden dengan Sistem Perwakilan Musyawarah di MPR. Mungkin solusinya MPR hanya menyeleksi capres cawapres tetapi voting langsung diserahkan ke rakyat. Itulah komprominya.

5. Dengan Sistem Pilpres langsung yang sangat mahal itu maka dana capres cawapres tak mungkin dari kantong capres/cawapres belaka. Tetapi terpaksa berkompromi dengan PEMILIK MODAL. Termasuk partai pendukung harus terpaksa menyembah ke pemilik uang. Siapa pemilik uang itu? Kita sudah maklum semua.

6. Harga yang harus dibayar oleh capres yang menang bukan saja menjadi tanggung jawab moril Presiden Terpilih, tapi juga menjadi resiko bagi rakyat yang tadinya pesta recehan, sekarang hampir semua SDA Strategis dikuasai konglomerat penyumbang dana Pilpres. Termasuk impor pangan dll menjadi hak istimewa konglomerat tertentu. Jadi rakyat tak boleh mengeluh kalau terjadi impor beras, impor cabe, impor garam dll. Bukan karena rakyat tidak mampu memproduksi bahan-bahan tersebut tetapi bagian dari kebijakan balas jasa kepada para pemodal.
Membantu 100 T tapi panennya bisa ribuan trilyun. Itulah teori Lu Bu Wei, bahwa beternak Penguasa itu luar biasa untungnya. Bisnis apapun tak ada yang bisa mengalahkan hasil dari ternak Penguasa.