MANUVER SURYA PALOH TEMUI PRABOWO

Opini1142 Views

Oleh : Muslim Arbi
Analis Politik

Surya Paloh, ketum Nasdem dan Pengusung Pertama Anies Baswedan Capres, temui Prabowo di saat pertempuran belum usai, sangat di sayangkan.

Manuver Surya Paloh itu, sangat mengganggu hubungan antara Prabowo-Joko Widodo. Dan juga sangat mengganggu konsentrasi 01 maju ke MK dan DPR. Apakah sudah terjadi deal-deal antara Paloh dengan Bowo? Juga dengan Joko Widodo melalui Bowo?

Dan karenanya, Nasdem tidak lagi serius maju ke MK dan Dukung hak Angket?

Surya Paloh seharusnya jangan dulu temui Prabowo, karena akan dianggap pecundang oleh kubu 01. Karena pertarungan belum selesai. Masih ada dua medan lagi. MK dan DPR.

Seharusnya Surya Paloh sebagai Ketum Nasdem dan anggota koalisi 01, jangan suka nyelonong sendiri. Nanti dianggap cuma mau cari selamat’ sendiri. Tak elok lah. Surya Paloh harus taat azas demokrasi, aturan, dan etika.

Tersebar viral seorang Tokoh Masyarakat Aceh marah sama Paloh. Kalau Masyarakat Aceh marah dan mengancam Partai Nasdem, atas tindakan Surya Paloh nyelonong temui Prabowo, dan tinggalkan Capres Anies Baswedan itu, kemarahan yang lumrah. Karena sebagai Putra Aceh di dukung full oleh Warga Aceh. Sehingga Nasdem dapat kursi banyak di DPR.
Kalau di kecewa kan dan di khianati. Aceh marah wajar.

Atau pertemuan dengan Prabowo itu Surya Paloh di duga pasti punya agenda sendiri. Mengapa Surya Paloh dan Nasdem tidak dorong Angket DPR untuk bongkar kejahatan Pemilu dan Pilpres yang dipandang bobrok dan barbar oleh sejumlah Pakar dan Ahli saat ini?

Apakah Surya Paloh sudah menerima sesuatu atau telah di janjikan sesuatu oleh Prabowo dan bahkan oleh Joko Widodo, sehingga cepat-cepat balik arah dan tindakan itu dapat menggembosi Capres Anies-Muhaimin dan melemahkan koalisi 01 yang masih berjuang di MK dan DPR?

Pertemuan itu dianggap Surya Paloh telah bersekutu dengan kecurangan yang di tuduhkan ke kubu 02, bukan?

Atau ada analisis lain, adalah saweran politik oleh Joko Widodo melalui Prabowo, agar Nasdem tidak dukung Hak Angket, sebagai mana rumor, tiap satu anggota dewan akan di bujuk untuk 10 – 20 miliar agar tidak dukung Angket?

Atau Paloh juga di bidik entah dalam kasus mana? sehingga pertempuran belum selesai, sudah Paloh dan Nasdem sudah angkat bendera putih?

Atau memang, sebelum Pilpres di mulai sudah ada deal-deal an anatar Joko Widodo, Paloh dan Bowo untuk menangkan Capres 02? Asal jangan 01 dan 03?

Kalau di analisis dari beberapa kemungkinan di atas, bisa membenarkan sejumlah dugaan di atas, karena perang belum usai, tapi Paloh sudah menyerah duluan dan Nasdem juga sudah perlihatkan tanda-tanda loyo di Hak Angket DPR.

Kalau analisis ini mendekati kebenaran, Paloh dan Nasdem adalah musuh dalam selimut dong?

Publik juga bertanya dengan masif nya pemberitaan soal kecurangan yang di lakukan oleh KPU dari para Ahli dan Pakar yang tak terbantahkan oleh KPU, Bawaslu maupun DKPP.

Apakah Paloh tutup mata atas semua itu? Atau Paloh pura-pura amnesia atas semua tudingan kecurangan disertai dengan bukti-bukti yang akhirnya di akui oleh KPU.

Atau, Paloh sudah anggap lumrah dalam kontestasi politik, saling tipu, culas dan curang adalah wajar, asal di kemas dengan cantik?

Atau selama ini, Surya Paloh hanya bela kepentingan sendiri dan menempatkan di atas kepentingan bangsa dan negara?

Wallahu’alam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *