KALIAN YANG UNDANG BENCANA, KENAPA KITA YANG DIBUAT SIBUK?

Opini243 Views

Oleh: Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut akibat ulah tangan menusia itu sendiri, (Alquran)
Bukan tidak peduli dengan sesama manusia. Dan bukan juga tidak mau saling membantu atas musibah yang dihadapi atas sesama manusia. Cuma memang semua lagi dalam keadaan susah. Dan musibah tidak pernah kita prediksi kapan akan datang dan di mana tempatnya. Namun semua kitab suci agama-agama sawami telah menjelaskan. Bila suatu wilayah di mana penduduknya udah jauh dari Allah dan hidup penuh kemaksiatan maka siap-siap wilayah atau daerah tersebut bakal ditimpa bencana yang mengerikan kita semua.
Negeri-negeri dahulu contohnya.
Bagaimana negeri Solomon dan Gomorah dihantam dengan gempa bumi yang dahsyat akibat maksiat kepada Allah SWT.

Sekarang ditanah air kita Indonesia telah mengalami hal yang sama. Di tahun 1955 pernah terjadi di sebuah desa di Jawa Tengah di sebuah kampung tertimpa dengan gunung yang seperti dipotong tengahnya sehingga puncaknya menimpa satu kampung itu dan tidak ada satupun yang hidup dari mereka. Kayak kita memotong tumpeng dari tengahnya. Penyebabnya apa? Karena hidup mereka bergelimang dengan maksiat terutama zina sesama jenis. Itu juga yg terjadi di PALU beberapa tahun lalu dan juga terjadi di CIANJUR baru-baru ini. Belum lama kita nonton berita di TV polisi menangkap REMAJA DARI CIANJUR di CIPANAS dalam keadaan telanjang bulat karena mereka melakukan praktek sex sesama jenis. Dan lebih mengagetkan lagi ada anak yang masih SMP terlibat di dalamnya yang ikut ke angkut alias ketangkap. Dari mana polisi tahuuu? Yah dari laporan masyarakat. Dan remaja tersebut ternyata mereka saling tahu dari aplikasi yang ada. Ngerikaan?

Nah, oleh karena itu beberapa negara termasuk negara kita melarang praktek LGBT. Di piala dunia aja simbol-simbol LGBT dilarang keras oleh FIFA dan Qatar sebagai tuan rumah 2022 piala dunia. Simbol-simbolnya aja dilarang seperti warna pelangi, apalagi mempraktekkannya? Tim panser Jerman aja memakai Ban kapten dari pelangi gak bisa mendarat masuk ke Qatar. Nanti mendarat di Oman dan tidak memakai Ban kapten pelangi sebagai simbol dari LGBT baru dimasukkan ke Qatar dan ikut piala dunia. Dalam sebuah video di Rusia aja praktek ini dilarang keras. Padahal itu negeri komunis. Apalagi di negeri Islam atau negeri yang warganya mayoritas Islam?
Bila melihat ada dua orang sejenis bermaksiat ria maka DIBOLEHKAN YANG MELIHAT ITU MEMBUNUH kedua orang itu. Ini ajaran Islam. Kenapa begitu keras ajarannya? Ingat ini penyakit menular. Dan yang paling rentan adalah orang yang SUKA melihat berzinanya sesama jenis, karena itu bisa kejangkit pada dirinya. Dengan membunuh pelaku itu sama aja dengan membunuh keinginan melakukan hal yang sama seperti itu.

Jadi jauhilah perbuatan itu. Itu merusak di bumi dan dibenci oleh Allah. Tapi kalau mau melawan SILAHKAN tapi jangan dinegeri kita. Apalagi dihadapan kita. Bisa mati dibelah kepalanya. Sebab sudah kena bencana dan musibah yang akan repot kita semua. Kalau lagi ada asyik. Kalau lagi susah semua, siapa yg mau bantu? Berharap pada siapa. Pada JIN ..? gak mungkin dia bisa bantu karena gak ada lagi Nabi Sulaiman di sekitar kita. Maka jangan undang musibah agar kita semua gak dibikin repot.

Wallahu A’lam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *