JOKOWI LAGI DI INABOBOKKAN DENGAN ISTIDRAJ

Opini126 Views

Oleh: Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung

Ngeri kalau ada hamba Allah yang telah di inabobokkan dengan manis bin gurihnya ISTIDRAJ itu. Saking gurihnya maka semakin menjadi jadi kelakuannya yang tak perlu malu lagi pada Allah. Apalagi pada manusia. Semua aturan dan undang-undang yang sudah disepakati bersama sesama anak bangsa dia tabrak terus. Persetan orang mau bilang apa. Yang penting aku menang aku senang. Yang sirik mati aja loe. Ini yang terjadi sama si pembohong.

Dia karena gak ada penghalang apa yang dia lakukan termasuk di DPR sebagai pengawas pemerintah dan rakyat gak berani melawan karena takut di penjara maka selama situasi ini seperti TNI/POLRI jadi pak nurut aja maka Jokowi akan terus bermanuver. Seperti anak dia lolos jadi cawapres akibat drama komedi di MK dan MKMK. Dan selanjutnya anaknya yang satu bisa mengikuti PILKADA DKI dan mantunya disuruh gabung GERINDRA supaya bisa jadi ketum GERINDRA. Kalau ini gak sulit karena PS tersangkut kasus FOOD ESTATE. Habis itu di persiapkan anaknya Gibran untuk jadi ketum GOLKAR melalui KLB.

Jadi makin aman Jokowi kalau dua anaknya beserta mantunya jadi ketum partai. Mak Banteng langsung di dorong ke comberan penuh kotoran t** semua makhluk hidup. Jadi kalian mau tuduh dia planga plongo maka kita yang dia bikin planga plongo.

Semua para profesor doktor di negeri ini otaknya dibuat lumpuh oleh Jokowi. Para aktivis di waktu mereka masih muda dan sekarang jadi orang-orang pintar di buat kaku otaknya dan hatinya tertutup (qosat kuluubuhum) karena lebih mendominasi dalam dirinya penyakit WAHN (hubuddunnya wa karihatul maut). Mereka mencoba cari diksi dan narasi yang pas dan tepat untuk membenarkan dukungan mereka. Tapi tetap aja rakyat udah bisa menebak kearah mana pembicaraannya. Sehingga profesor doktor ahli hukum tersebut di lepehin karena narasinya dianggap hambar dan tak bermutu.

Kesemua ini dinikmati Jokowi dan the gangnya para oligarki. Tapi ingat setelah dia larut dengan nikmatnya ISTIDRAJ maka katentuan Allah (Qudratullah) tiba meminta pertanggung jawaban. Maka disitulah Jokowi akan menyesali dan mengakui merasa bersalah seperti FIR’AUN yang terdampar dipinggir pantai habis di telan ombak. Disitulah dia mengatakan “saya mengakui Tuhan MUSA as dan HARUN as, tapi sayang udah terlambat. Sehingga Fir’aun jasadnya masih ada sampai sekarang di Mesir.

Nah, kalau Jokowi mengakui dan menyesal nanti yang sudah jadi penghianat negeri ini, maka jasadnya nanti siapa yang mau awetkan sebagai pelajaran bagi bangsa Indonesia bahwa inilah tipikal yang mau jual bangsanya hanya demi kepentingan keluarganya dan kelompoknya.

Setiap waktu ada orangnya dan setiap orang ada waktunya. Segagah dan segarang apa orang itu tetap gak bisa melawan kudratnya. Seperti OPUNG LBP saat ini. Atau kalau di dunia seperti Perdana Mentri Israel BENYAMIN NETANNYAHU yang lagi terbaring di rumah sakit karena jantungnya kumat sebab nggak kuat lihat pasukan HAMAS udah sampai kejantung kota TEL AVIV yang merupakan ibukota Israel. Mendekati waktunya punah dari muka bumi maka Jokowi diberikan Allah kesempatan dia berpacu dengan istidraj. Sehingga dia lupa berbuat baik untuk menyelamatkan orang banyak yakni rakyatnya. Mulai kelihatan tanda-tandanya dengan ucapannya kita harus netral tapi rakyat hanya senyum aja dengan narasinya karena udah tahu dia tukang tipu. Masa perkabungan tidak lama lagi. Bersiaplah kita menuju perubahan. Amin.

Wallahu A’lam ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *