JOKOWI DAN ANAK TERLANTAR

Opini830 Views

Oleh : Asyari Usman
Jurnalis, pengamat sosial politik

Jakarta – Yang satu kira-kira usia 8 tahun, tertidur kelelahan di lampu lalulintas. Yang satu lagi berusia sekitar 11 tahun, tertidur di samping toko roti (bakery).

Jokowi dan kedua anak ini sama-sama ada di UUD. Presiden (negara) wajib menjamin kehidupan mereka. Kedua anak ini berhak mendapatkan jaminan hidup yang layak.

Kedua anak ini —dan juga banyak anak-anak lain yang senasib— tidak pernah menuntut hak itu. Tidak ada pula yang memperjuangkan mereka dengan Big Data. Padahal semua faktual.

Kontradiktif dengan Jokowi. Dia tidak berhak lagi berkuasa setelah pilpres 2024. Tapi, banyak orang yang memperjuangkan sesuatu yang tidak lagi menjadi hak konstitusionalnya itu. Agar Jokowi bisa tiga periode. Lengkap dengan Big Data (walaupun diduga hoax).

Sungguh aneh! Anak-anak yang berhak hidup layak sesuai konstitusi, tidak ada yang peduli. Jokowi yang tidak berhak secara konstitusi, berlomba-lomba orang mau membantu.

Padahal, kalau pun Jokowi berhenti sesuai konstitusi, dia akan menjadi orang yang kaya-raya. Negara akan menghadiahkan rumah mahal di daerah elit Jakarta untuk mantan presiden.

Sebaliknya, kedua anak ini belum ketahuan arah masa depannya. Yang jelas, dalam waktu dekat ini mereka akan memikul beban tambahan berupa kenaikan harga-harga kebutuhan takyat. Boleh jadi ini akan memperlambat dan memperkecil tetesan sedekah kepada mereka. Wallahu a’lam.