JANGAN ADA KEPENTINGAN POLITIK DAN KORUPSI DI PSSI

Opini184 Views

Oleh: Muslim Arbi

Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Gerakan Aliansi Laskar Anti Korupsi

 

Bola ya bola. Sportivitas fairness dan elegant. Bola jangan dicampur aduk dengan politik dan kepentingan politik.

Biarkanlah bola beradu antara kaki dan kaki. Biarkan bola beradu pada strategi menang secara fair dan elegan. Dan bola jangan dipimpin apalagi digiring untuk kepentingan politik.

Tidak dapat dipungkiri tahun 2023 adalah tahun jelang tahun pilpres. So pasti tahun politik. Panas dan bisa membara.

Tapi sudah. Seharusnya jelang tahun politik sekalipun bola dalam hajatan nasional pemilihan ketum PSSI yang akan memange bole secara nasional janganlah digiring untuk kepentingan politik.

Aroma munculnya sejumlah calon Ketum PSSI yang masih berada di kabinet untuk merebutkan kursi Ketum PSSI hampir dapat dipastikan tidak bisa menghindari aroma politik dan kekuasaan.

Bola tidak akan menjadi bulat lagi jika pengurus kepengurusan PSSI diisi oleh kepentingan politik yang lonjong dan gepeng karena ditekan untuk kepentingan politik.

Bola adalah permainan sportif dan fairness. Jadi pemilihan ketum PSSI pun jangan dikotori dengan cara – cara tidak elegan dan koruptif dengan saling sogok menyogok untuk meraih dukungan suara untuk kemenangan ketua umum.

Untuk menghindari praktik-praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Menghindar dari penyakit KKN. Maka: KPK, Polisi dan Jaksa. Perlu mengawal dan menyoroti dengan tajam proses pemilihan ketum PSSI nanti.

Sudah saatnya pemimpin terpilih yang pimpin PSSi terbebas dari penyakit kotor yang gerogiti bangsa semalam ini:

Ketum PSSI harus bebas dari KKN.

TOLAK POLITIK UANG DALAM PEMILIIHAN KETUM PSSI