EKONOMI LIBURAN

Opini340 Views

Perkiraan Perputaran Uang Selama Libur Lebaran 1443 H/2022

Oleh : Asikin CHALIFAH
Ketua DPW PERHIPTANI DIY

Bantul – Liburan IDUL FITRI 1443 H/2022 atau yang familiar dengan sebutan ‘Liburan Lebaran’ yang lumayan panjang betul-betul dinikmati tidak saja oleh setiap muslim tetapi juga masyarakat non muslim di Indonesia. Liburan Lebaran yang panjang merupakan kesempatan sebagian masyarakat untuk mudik ke kampung halaman baik yang selama ini bermukim di DKI Jakarta maupun kota-kota besar lainnya di Indonesia. Kementerian Perhubungan RI memperkirakan jumlah pemudik Liburan Lebaran tahun 1443 H/2022 ini adalah sekitar 85 juta orang. Kondisi ini bisa dilihat dari penuh sesaknya penumpang yang menggunakan berbagai moda transportasi baik darat, laut maupun udara hingga menjelang perayaan IDUL FITRI 1443 H/2022. Terlebih setelah 2 (dua) tahun masyarakat tidak berkesempatan mudik karena penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah akibat pandemi Covid-19 yang diketahui mulai masuk di Indonesia pada tanggal 2 Maret tahun 2020.

Dampak nyata dari kegiatan mudik Hari Raya IDUL FITRI 1443 H/2022 terhadap perekonomian daerah terutama di daerah-daerah tujuan mudik sungguh sangat luar biasa. Hal ini bisa jadi dipicu oleh kelonggaran-kelonggaran dan fasilitasi dari pemerintah dalam akses mudik dan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh terutama pada Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri dan pensiunan. Meskipun belum ada perhitungan riil, dipastikan perputaran uang di dareah selama Liburan Lebaran relatif sangat besar. Salah seorang pengamat dari INDEF memprediksi perputaran uang selama LIburan Lebaran tahun 1443H/2022 ini adalah sekitar 72 triliun rupiah, lebih besar dari Liburan Lebaran tahun 1442 H/2021. Seorang teman bahkan menginfokan dikisaran 258 triliun rupiah, tiga kali lipat dari Liburan Lebaran sebelum pandemi Covid-19 pada tahun 1440 H/2019. Teman lain memperkirakan diangka 85 triliun rupiah. Indikasi nyata dari semua ini terlihat dari penuh sesaknya tempat-tempat di sektor Hotel Restoran dan Kafe (HOREKA), destinasi wisata dan pengguna transportasi, kendatipun memperlihatkan kecenderungan kenaikan harga akan tetapi masih dalam batas-batas kewajaran.

Berapapun jumlah uang yang berputar selama mudik Hari Raya IDUL FITRI 1443 H/2022, semua merupakan bagian dari ‘EKONOMI LIBURAN’ pada saat pelaksanaan hari-hari besar keagamaan dan nasional. Istilah ekonomi liburan ini nampaknya perlu dipertimbangkan untuk dibakukan menjadi salah satu bagian dalam khasanah teori ekonomi mikro di Indonesia.
Hal lain yang lebih penting adalah dengan mudik Hari Raya IDUL FITRI 1443 H/2022 kali ini, masyarakat terutama yang beragama Islam dapat menggemakan takbir, melaksanakan solat IDUL FITRI 1443 H/2022, bersilaturahim pada orang tua, kerabat lain dan tetangga serta menikmati kuliner khas masing-masing daerah dengan penuh suka cita, aman dan nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *