DRAMATURGI POLITIK

Opini1290 Views

Oleh : Dr. Cand Yusdinur Usman
Pengamat Sosial Politik

Jakarta – Setelah Sandiaga Uno hengkang dari Gerindra, mulai muncul narasi negatif kepada Sandi bahwa selama di Gerindra, ia tidak banyak berkontribusi dalam membesarkan partai.

Di sisi lain, tindakan Sandi yang melompat ke PPP (jika benar), juga merupakan sebuah tindakan politik tidak etis di negara-negara maju, tetapi diterima sebagai sebuah hal yang lumrah di negeri ini. hehe…

Yang menarik juga adalah sebuah skenario politik elektoral 2024 yang ditulis oleh Prof.
@dennyindrayana
tentang prilaku Presiden Jokowi yang ikut campur dalam penentuan capres dan cawapres 2024, yang disebutnya sebagai “soft landing” Presiden Jokowi.

Tindakan elit politik seperti Prabowo dan Sandi adalah sesuatu yang bisa dilihat publik secara kasat mata.

Apa yang disampaikan oleh Prof. Denny Indrayana merupakan skenario-skenario yang tidak bisa dilihat publik, sehingga kemungkunannya bisa benar dan juga bisa salah.

Karena itu, apa yang terlihat di depan mata publik tidaklah selalu sama dengan apa yang terjadi sesungguhnya di belakang layar. Bisa jadi, elit-elit powerful yang terlihat bertengkar di depan publik, tetapi setelah itu mereka ngopi-ngopi dan mentertawakan respon publik terhadap prilaku mereka.

Karena itu, sosiolog Erving Goffman (1922-1982) pernah membuat sebuah teori #sosiologi#interaksionisme tentang #dramaturgi yang menjelaskan bagaimana interaksi sosial terjadi dalam berbagai arena.

#Goffman menyebutkan bahwa kehidupan sosial bisa disamakan dengan permainan drama, dimana terdapat panggung depan (front stage) yang bisa dilihat penonton, dan panggung belakang (back stage) yang menjadi tempat berbagai skenario disusun.

Dalam arena politik, berbagai prilaku dan tindakan elit: bertengkar, bekerjasama, berkolaborasi, dan sebagainya adalah panggung depan yang terlihat oleh mata kita. Apa skenario di panggung belakang yang mereka susun?

Seringkali tak mudah terlacak oleh orang awam. Para jurnalis investigatif biasanya melakukan investigasi mendalam untuk melacak skenario-skenario apa yang dibuat oleh aktor-aktor powerful di belakang layar.

Atau bisa juga kaum intelektual yang mempunyai akses informasi bisa membuat analisis berdasarkan informasi dari ring 1, seperti yang dilakukan Prof.
@dennyindrayana.

Semakin menarik memang. Kita tunggu saja skenario dalam dramaturgi oleh para aktor-aktor politik itu selanjutnya.. hehe.