Oleh : Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung
Dua kalimat diatas itu yang cocok disematkan di mabes POLRI dalam kasus polisi tembak polisi di rumah polisi. Namun karena Barada E menyangkal pada penyidik BARESKRIM bahwa bukan dia yang menembak Brigadir J maka judul sinetron bukan lagi polisi tembak polisi di rumah polisi. Dia akan berubah menjadi polisi menyiksa dan membunuh polisi oleh polisi. Alur cerita sinetron akan berubah total dari selama ini yang kita tahu.
Seorang pakar sinetron sekelas DEDI MIZWAR aja agak sulit merangkai cerita sinetron ini karena Dedi susah membangun alur cerita karena banyak kejanggalan-kejanggalan dalam penyelidikan yang disusun oleh polisi. Operasinya sampai berkali-kali kalah operasi Cinta Luna.
Polisi harus mengungkap kasus ini kalau bisa harus melibatkan pesulap merah karena sampai saat ini belum terungkap siapa yang membunuh Brigadir J. Apalagi Barada E sudah mengakui bahwa bukan dia yang menembak. Tambah bingungkaaaan …? Harusnya Pak KAPOLRI harus sayang dengan institusi dan jangan melindungi personal.
Kan polisi udah punya pengalaman menangkap dan menahan para Jendral kalau mereka melanggar pidana. Terakhir yang ditahan IRJEN BONAPARTE. Dulu pernah Jendral bintang tiga jadi tersangka dan ditahan . Jadi sebenarnya polisi kita pintar-pintar terutama penyidiknya tapi karena rasa ewuh pakewuh terlalu tinggi dari orang nomor satu kepolisian maka jadi kelihatan institusi yang mau dikorbankan. Kasihan kalau institusi yang harus dikorbankan.
Dan kita rakyat khususnya Umat Islam gak usah mengait-ngaitkan dengan kasus para laskar yg dibantai di KM 50. Biarlah mereka udah tenang disana. Dan biarkan Allah sendiri yang membalas dengan cara Allah. Dengan kasus Brigadir J aja polisi sudah pusing tujuh keliling. Gak usah ditambah dengan kasus pembantaian laskar di KM 50. Sekali lagi Allah tidak tidur.
Ini namanya becik ketitik olo ketoro. Mau disimpan serapatpun bau bangkai busuk akan kecium juga lambat atau cepat. Kasus-kasus seperti Brigadir J akan terus ada kalau polisi gak meminta maaf kepada keluarga secara terbuka atau diam-diam karena ini cara Allah membalas perlakuan aparat kepada siapa aja terutama laskar FPI di KM 50.
Kalau yakin Tuhan Allah SWT Penguasa Alam Semesta ada maka marilah kita tebarkan kasih sayang dan hindari kedzaliman. Karena semua akan terkuak dengan cerita hampir bersamaan.
Wallahu A’lam …
