ANAK INGUSAN YANG TAK BERETIKA

Opini265 Views

Oleh : Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung

Ini kita bukan pendukung PDIP tapi hanya mau kritisi aja bahwa ada anak bangsa yang ingin menjadi politisi hanya karena dia anak presiden tidak mau capek dalam berkarir dari bawah, langsung loncat-loncat kayak kangguru dengan menabrak segala etika politik suatu partai senior. Semula dia bukan siapa-siapa walau dia anak presiden karena belum ada yang diperbuatnya. Apalagi bilang prestasinya. Gak ada sama sekali. Ini juga sejalan dengan apa yang dikatakan bapaknya yakni Jokowi bahwa anaknya tidak tertarik dengan politik.

Agar supaya selaras dengan omongan bapaknya maka mereka ingin jadi pengusaha mulai dari bawah yakni membuka outlet UMKM jualan pisang goreng. Tapi rupa-rupanya memulai usahe dari bawah itu tidak semudah membalik telapak tangan bisa jadi pengusaha besar seperti pengusaha Yusuf Hamka dan teman-temannya yang merintis usaha dari emperan kecil. Kemudian berkembang jadi besar seperti sekarang.

Si anak ingusan dan adiknya yang sama-sama masih ingusan tidak sabar. Mereka berdua mau menempuh jalan yang lebih cepat by pas dari yang lain. Mumpung bapak mereka masih berkuasa di priode pertama menjabat presiden maka tanpa malu-malu bikin muka tembok yang berkulit dan bertelinga badak mereka banting stir jadi politisi. Soalnya mau ngapain jadi penguasa, kalau di umur sekarang aja bagini gampang cari duit. Udah bisa punya uang puluhan MILIAR itu prestasi yang terbaik. Maka dari itu mereka diadukan ke KPK oleh UBAIDILLAH BADRUN dosen dari UNJ. Agar si ingusan berdua ini di tangkap KPK karena korupsi. Masa anak kecil cuma jualan pisang goreng udah punya kekayaan bermiliyar-miliyar …?

Hebat banget ilmu pesugihannya. Atau mungkin juga pisang goreng berlapis emas dan di taburi intan berlian dijadikan sebagai topingnya. Melihat ada yang janggal begitu maka dilaporkanlah mereka ke KPK. Tapi KPK tidak mau mengusut apalagi mau menangkapnya. Justru yang ditangkap SYL (SYAHRIL YASIN LIMPO). SYL ditangkap karena bernyanyi diperas oleh FIRLI BAHURI ketua KPK yang katanya Firli minta uang 40 M tapi SYL cuma sanggup 1 M.

Kembali ke si anak ingusan tadi. Berkarir politikpun juga gak mau dari bawah langsung mau jadi walikota melalui PDIP. Ibu Megawati dengan memakai kebijakannya yang khusus sebagi KETUM memback up penuh si ingusan ini untuk jadi walikota Solo walau banyak anak buah Mega yang tidak setuju karena tidak beranjak dari bawah. Tapi karena kader-kader PDIP sangat loyal dan patuh pada Bu Mega maka mereka tidak memprotesnya.

Namun nafsu serakah lawwamah tidak menghilang dari dirinya tiba-tiba dia BERAKIN Ibu Mega dengan menerima pinangan Prabowo dan Gerindanya untuk jadi wakilnya Wowo dalam PILPRES nanti. Sudah pasti atas persetujuan bapaknya Jokowi. Sudah banyak kader PDIP DIPECAT dari partainya karena pada PEMILU 2024 salah satu anggota keluarganya jadi CALEG dari partai yang lain. Itu dikarenakan aturan di PDIP kalau ada yang di calonkan dari PDIP apa itu jadi anggota legislatif atau kepala daerah atau negara maka seluruh anggota keluarga tersebut harus mengikuti partai itu semuanya, kalau tidak akan dipecat. Ini yang sudah terjadi sama Gubernur Maluku yakni Inspektur Jendral polisi (purn) MURAD ISMAIL. Beliau di ajukan jadi gubernur Maluku dua priode oleh PDIP tapi pada PEMILU akan datang istrinya Pak Murad Ismail mencalonkan jadi CALEG PAN maka PDIP memecat pak Murad. Tapi sayang ini tidak terjadi sama anak ingusan.

Gak tahu nanti apa yang akan terjadi ke depan. Kalau sejak muda tidak beretika dalam berpolitik seperti kata Opung PANDA NABABAN maka akan melebihi Jokowi kelakuannya nanti.

Wallahu A’lam …