ADA CAPRES TIDAK MINTA DUKUNGAN PARA KIYAI DAN HABAIB TAPI MINTA DUKUNGAN PADA YAHUDI ISRAEL

Opini162 Views

Oleh : Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung

Beginilah kalau hasrat ingin berkuasa udah sampai keubun-ubun. Gak sadar diri kalau sudah udzur, tetap maju terus seolah-seolah dia masih seperti dahulu saat masih muda dan masih aktif di tentara. Padahal dia udah kena stroke ringan dua kali tapi gak nyadar-nyadar juga. Dia gak ingat sudah berkali-kali kalah dalam kontestasi CAPRES. Namun syahwat kekuasaannya belum pudar. Malah makin menggila. Dia gak berkaca dengan temannya yang lagi terpapar sekarang di RSPAD dikit lagi mau di buldozer oleh Malaikal maut.

Mungkin karena perhitungan begitu sehingga Jokowi membiarkan anaknya yang kencing belum lempeng untuk mau jadi wakilnya. Jadi kalau dia koid maka anaknya Gibran yang ganti jadi presiden. Sehingga karena gara-gara itu dia minta saudaranya di MK untuk memutuskan sesuai konstitusi dimana calon presiden atau wakilnya dari berumur 40 tahun menjadi 30 atau 35 tahun.

Yah terserahlah suka-suka kalian. Mumpung lagi berkuasa semua bisa di kendalikan. Sang pak Tua juga dia lagi berjudi dengan nasib. Siapa tahu nasibnya seperti Jokowi yang menjadi lawan di PILPRES 2019 dimana pak tua udah menang kemudian dibalik jadi jokowi yang menang hanya karena lampu mati. Dan yang lakukan itu adalah metro tipu yang sekarang jadi lawan jokowi sehingga kembali berubah jadi METRO TV.

Dunia tidak selamanya gelap pasti satu saat dia akan jadi terang. Ini sama dengan Surya Paloh (SP) gak selamanya dia akan bertahan dengan temannya yang culas. Di penghujung hidupnya. Dia SP akan berusaha meninggalkan cerita yang indah buat anak cucunya kelak. Maka SP ambil resiko mencalonkan ANIES RASYID BASWEDAN dan MUHAIMIN ISKANDAR (AMIN) sebagai CAPRES dan CAWAPRES dari partainya Nasdem bersama PKS dan PKB plus Partai Umat dan Masyumi yang non parlemen.

SP ambil tindakan itu bukan tanpa resiko. Mulai dari bisnisnya diganggu, teman-temannya sesama partai di tersangkakan, dll. Pokoknya SP benar-benar di dzolimi oleh temannya yang dulu dia dukung tapi sekarang berubah memusuhinya. Apa SP gentar dan mundur …? Oh tidak. Padahal kalau SP mau akan diparkir konteiner 1 atau 2 atau 3 dengan membawa cuan dollar asal membatalkan pencalonan Anies. Tapi SP dan koalisi partai lain tidak tergoda. Sekali layang terkembang pantang surut dilipat kembali.

Kembali ke pak tua yang udah pengkor. Kalau dia jadi berpasangan dengan Gibran anak jokowi walikota Solo sekarang maka dia berharap peristiwa 2019 akan terulang lagi dan dia bisa jadi pemenangnya. Dia lupa bahwa Metro Tv udah dipihak Amin. Dan para ahli IT di Indonesia siap membantu AMIN bila ada terjadi kecurangn.
Sudah pasti pak tua ini akan meninggalkan cerita yang memilukan terhadap kekuasaan yang selama ini dia buru dengan nafsu LAWWAMAH. Dia sudah terang-terangan mengaku dihadapan publik dalam acara mata Najwa bahwa 20 tahun dia tidak berkuasa jadi ini kesempatan terakhir dia mau raih kekuasaan asal belum ketemu IZROIL. Karena belum ketemu Izroil maka tak salah dia minta dukungan Yahudi Israel sebagaimana berita dalam koran Israel. Dan tidak mau minta dukungan Kyai dan Habaib. Lagian siapa Kyai dan Habaib yang lurus mau dukung dia. Kalaupun ada pasti Kyai dan Habaib abal-abal. Mungkin ada yang cuma modal baju koko, kupiah hitam atau putih dengan sarungan, jubah dan sorban.
Sekali kalau Kyai dan Habaib yang istiqomah WALLAHI tidak akan mendukungnya termasuk mendukung si pencintaop.
Mereka semua hanya mendukung AMIN untuk merubah negeri -062 ke arah yang lebih baik. InsyaAllah.

Wallahu A’lam …

.