Ronaldo Cetak Gol, Portugal Pulangkan Kroasia

News, Olahraga26 Views

Rosadi Jamani | Ketua Satupena Kalbar

Toronto, PBSN – Di menit akhir, Kroasia samakan skor 2-2. Pendukungnya pada kesurupan. Ada peluk pagar stadion, ada menangis sambil nyanyi lagu kebangsaan dengan nada dangdut koplo. Eh, wasit cek VAR. Hasilnya Portugal tetap menang 2-1. Saya tak bisa bayangkan betapa marahnya fans Kroasia. Mungkin ada sampai ingin menggugat VAR ke Mahkamah Konstitusi FIFA.

Bermain di BMO Field, Toronto, Portugal yang nangkring di peringkat lima FIFA berhadapan dengan Kroasia peringkat sebelas. Wasitnya Espen Eskas asal Norwegia. Sore itu beliau lebih akrab dengan monitor VAR dari dengan para pemain.

Laga baru dimulai, Portugal langsung menyerang seperti emak-emak demo pro MBG. Menit keempat Bruno Fernandes dua kali mendapat peluang emas, tetapi Livakovic tampil seperti satpam komplek yang terlalu rajin. Semua ditolak.

Menit 17 Ruben Dias mendapat kartu kuning. Tekelnya keras sekali sampai rumput stadion diduga mau pindah domisili.

Babak pertama berjalan alot. Portugal menyerang, Kroasia membalas, tetapi gol tak kunjung lahir. Mirip rapat panjang dipenuhi sambutan, pidato, dan foto bersama, tetapi lupa membahas inti persoalan.

Saat turun minum, suasana ruang ganti dikabarkan absurd.

Roberto Martinez memberi tausiah, “Anak-anak, jangan menyerah. Dalam politik, janji bisa berubah setelah pemilu. Masa skor tidak bisa berubah setelah babak kedua?”

Zlatko Dalic pun menimpali, “Tetap sabar. Dalam kehidupan, survei bisa salah, elektabilitas bisa turun, tetapi VAR selalu menemukan sesuatu.”

Pemain mengangguk. Sebagian terharu, sebagian lagi mencari kopi.

Babak kedua baru berjalan tujuh menit ketika Kroasia mencetak gol. Menit 53 Ivan Perisic menerima umpan Josip Stanisic lalu melepaskan tembakan cantik ke pojok kanan bawah. Skor berubah menjadi 1-0.

Fans Kroasia melonjak seperti baru tahu tersangka ketujuh BGN ditangkap Kejagung.

Fans Bang Dodo juga tak mau kalah. Mereka mengibarkan spanduk bertuliskan, “VAR adalah jalan ninjaku.” Ada pula yang membawa meteran bangunan karena merasa malam itu garis offside harus diukur sendiri.

Menit 56 Kroasia kembali mencetak gol lewat Igor Matanovic. Namun VAR datang seperti mantan yang muncul ketika hati mulai tenang. Gol dianulir.

Menit 58 Rafael Leao menghajar mistar. Mistar gawang bergetar lebih hebat dari pejabat yang mendengar kata efisiensi anggaran.

Menit 61 Ronaldo mencetak gol. Selebrasi sudah dilakukan. Pose ikonik sudah dipasang. Tapi VAR kembali muncul. Offside. Gol batal.

Fans Bang Dodo mulai membuka kalkulator, penggaris, bahkan ada mencari drone untuk memastikan posisi pemain.

Menit 64 Portugal meminta penalti. Wasit awalnya menolak. Namun setelah dipanggil VAR pada menit 65, beliau berjalan ke monitor dengan langkah mantap seperti anggota dewan menuju ruang sidang.

Keputusan berubah. Penalti. Menit 68 Bang Dodo maju. Dengan santai ia menunggu kiper bergerak lalu menendang ke tengah gawang. Gol. Skor 1-1.

Tak ayal fans Bang Dodo jingkrak-jingkrak. Ada yang nyindir “Messi mana, ni.” Dibalas fans Messi,”Yeah, penalti, woi.”

Menit 75 Kovacic hampir membawa Kroasia unggul lagi, tetapi tembakannya hanya membentur tiang. Tiang malam itu bekerja lebih keras dari admin media sosial kementerian.

Drama memuncak di menit 90+4. Rafael Leao mengirim umpan lambung, Goncalo Ramos menyundul bola masuk. Portugal unggul 2-1.

Fans Bang Dodo langsung pesta. Ada memeluk petugas keamanan, ada pidato dadakan tentang persatuan bangsa melalui sundulan Goncalo Ramos.

Lalu menit 90+13 datanglah kekacauan. Mario Pasalic mengirim bola, Josko Gvardiol menceploskannya ke gawang kosong. Gol. 2-2. Pendukung Kroasia kesurupan berjemaah. Tetapi wasit Espen Eskas belum selesai bekerja.

VAR kembali dipanggil. Menit 90+16 keputusan keluar. Offside. Gol dianulir. Portugal menang 2-1. Pemain Kroasia kecewa. Fans Kroasia marah. Fans Bang Dodo tertawa.

Sementara VAR pulang dengan status pemain terbaik pertandingan. Karena malam itu Portugal bermain bola, Kroasia bermain bola, sedangkan VAR bermain sinetron 80 episode. Dengan hasil ini Portugal lolos 16 besar. Kroasia, tamat.