SBY SEBUT DUNIA DI AMBANG TRIPLE CRISIS

News1179 Views
Jakarta – Presiden Indonesia ke-enam Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa terdapat dua berita buruk yang sedang mengintai dunia saat ini.
Kata dia, dua berita tersebut adalah resesi ekonomi global dan perang di Ukraina yang semakin membahayakan keamanan internasional.
Menurutnya resesi ekonomi global pasti makin memukul kehidupan semua bangsa, yang saat ini sudah dalam keadaan susah.
“Jika perang di Ukraina semakin “liar” dan tidak terkendali, terjadinya perang dunia yang disertai dengan penggunaan senjata nuklir bisa menjadi kenyataan,” ujar SBY melalui akun Twitternya, Selasa (11/10/22).
Lanjut SBY, dampak buruk akan dirasakan seluruh penduduk bumi jika krisis ekonomi global terjadi disertai “cost of living crisis”, dan perang besar terjadi di Eropa yang melibatkan Barat (AS dan sekutunya red) melawan Rusia dan sekutunya.
Oleh karenanya kata dia, semua pihak tentu tidak ingin mengalami lagi Great Depression seperti sebelum Perang Dunia II dulu.
“Situasi dunia akan makin runyam jika geopolitik di Asia Timur yang sudah panas akhirnya menjadi konflik militer terbuka Tiongkok vs Taiwan dan pendukungnya (termasuk AS). Ingat, Perang Dunia II dulu, mandala besarnya ada di Eropa dan Asia. Haruskah kita biarkan terjadi lagi?” imbuhnya.
SBY menambahkan bahwa jika keadaan makin tidak terkendali (goncangan ekonomi dan keamanan global red), sementara pandemi Covid-19 masih ada maka penyelamatan bumi dari pemanasan global akan gagal karena dunia tidak lagi peduli dan bukan lagi menjadi masalah prioritas.
Alhasil jelas dia, dunia bisa mengalami triple crises” yakni ; keamanan, ekonomi dan lingkungan.
Dia pun mengingatkan para pemimpin dunia, termasuk PBB, untuk bertindak secara nyata (do something concretely) demi keselamatan dunia.
“Inaction is immoral”. Gunakan Forum G-20 di Bali “to save our world, to save our planet”. Turunkan ego masing-masing. Negosiasi dan perundingan adalah jawaban,” pungkasnya.
(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *