Samarinda, PBSN – Kita update demo besar rakyat Kaltim. Aksi unjuk rasa “Kaltim Darurat 214” mulai membuahkan hasil. Tujuh fraksi teken hak angket, termasuk Golkar, tempat Rudy Mas’ud berteduh.
Gubernur Rudy Mas’ud, Ketua DPD Golkar Kaltim. Dulu ia diusung bak dewa oleh koalisi gemuk berisi 12 partai politik. Kini sedang disiapkan untuk dilengserkan sendiri oleh tangan-tangan yang dulu dengan penuh kasih sayang mengikat tali sepatu kampanyenya.
Pian bayangkan! Rudy dan wakilnya, Seno Aji (kader Gerindra yang juga Wakil Ketua DPRD), dulu naik angkot keliling Samarinda sambil berjanji memberikan pendidikan gratis sampai S3 dan kemandirian pangan, didukung oleh kekuatan supermayoritas 44 dari 55 kursi DPRD yang terdiri dari Golkar, Gerindra, PKB, PAN, PKS, NasDem, PPP, PSI, PBB, Partai Buruh, Partai Garuda, dan PKN. Namun, apa daya. Angin Demo 21 April 2026 yang begitu dahsyat berhasil mengubah 44 kursi pendukung setia itu menjadi 44 pisau belati yang siap menancap tepat di jantung kekuasaan mereka sendiri.
Kini, tujuh fraksi DPRD Kaltim telah menyepakati langkah bunuh diri politik massal dengan menggulirkan Hak Angket. Ini sebuah mekanisme penyelidikan khusus yang terdengar membosankan tapi sebenarnya adalah guillotine berkarat yang siap memisahkan kepala Gubernur dari tubuhnya dalam waktu 90 hari ke depan.
Siapa saja eksekutornya? Ini dia daftar fraksinya. Fraksi Golkar dengan 15 anggota (partai kandung Rudy sendiri!), Fraksi Gerindra dengan 10 anggota (partai kesayangan Wakil Gubernur Seno Aji!), Fraksi PDIP (9 anggota), Fraksi PKB (6 anggota), Fraksi gabungan PAN-Nasdem (7 anggota), Fraksi gabungan Demokrat-PPP (4 anggota), dan Fraksi PKS (4 anggota).
Ya, pian tidak salah baca. Partai yang seharusnya menjadi benteng pertahanan terakhir bagi Rudy dan Seno, yaitu Golkar dan Gerindra, justru menjadi garda terdepan dalam barisan algojo ini. Ini adalah definisi kamus “pengkhianatan tingkat dewa” di mana seorang ibu (Golkar) dan paman (Gerindra) rela menyeret anak dan keponakannya sendiri ke meja hijau dewan hanya karena takut dimarahi tetangga (rakyat) pasca demo besar-besaran.
Proses epik ini dimulai dengan kesepakatan bulat seluruh pimpinan fraksi dan wakil ketua DPRD yang tiba-tiba lupa ingatan tentang janji kampanye mereka soal insentif pekerja sektor keagamaan dan kini hanya ingat satu hal, menyelamatkan kursi masing-masing dari amukan massa.
Dalam 90 hari suci yang diberikan undang-undang, Panitia Khusus (Pansus) yang akan segera dibentuk bakal bermain detektif swasta, memanggil paksa Rudy dan Seno untuk dimintai keterangan soal tiga dosa besar, yaknu audit kebijakan lahan yang menghancurkan hutan, dugaan proyek infrastruktur mangkrak, serta kegagalan total merespons aspirasi rakyat hingga meledak jadi kerusuhan.
Betapa canggungnya suasana rapat nanti, di mana 15 anggota Fraksi Golkar harus bertanya tajam kepada ketuanya sendiri, atau 10 anggota Gerindra harus menginterogasi wakil ketuanya sendiri, sambil berpura-pura tidak saling kenal di luar ruangan.
Ini bukan sekadar prosedur hukum, ini adalah ritual pengorbanan manusia versi modern di mana Rudy Mas’ud dijadikan kambing hitam untuk menebus dosa kolektif 12 partai yang dulu beregotis tinggi. Jika pada akhir Juli 2026 nanti Pansus merekomendasikan impeachment, maka Rudy akan tercatat dalam sejarah sebagai gubernur pertama di Nusantara yang digulingkan bukan oleh oposisi, melainkan oleh koalisi “gemuk” ciptaannya sendiri.
Simbol kampanye angkot yang dulu mewakili kedekatan dengan rakyat kecil, kini berubah menjadi kereta jenazah yang melaju kencang menuju istana gubernuran yang sepi.
So, siap gelar tikar, karena selama tiga bulan ke depan kita akan menyaksikan tontonan gratis di mana 44 politisi dari tujuh fraksi berbeda berlomba-lomba menunjukkan wajah paling serius sambil menyembunyikan rasa bersalah. Ini membuktikan, dalam politik, tidak ada teman abadi, tidak ada partai abadi, yang ada hanyalah kepentingan abadi yang siap memakan tuan sendiri demi bertahan hidup satu periode lagi.
Selamat menikmati pertunjukan sirkus paling sadis tahun ini, di mana Rudy Mas’ud adalah bintang utamanya yang sedang dipersiapkan untuk jatuh dari puncak tertinggi langsung ke jurang terdalam tanpa parasut.
Rosadi Jamani
