RAHMA SARITA MINTA PENANGANAN TERORIS DI TANAH AIR TIDAK BERSTANDAR GANDA

News471 Views

Jakarta – Tindak lanjut penemuan bahan peledak, senjata, dan peluru dalam jumlah besar di Jalan Asia Afrika, Bandung beberapa waktu lalu menyimpan tanda tanya besar.

Pasalnya, penemuan yang terjadi di sebuah rumah milik Djie Kian Han hingga kini belum ada kejelasan lantaran polisi masih melakukan pendalaman.

“Ini tumben-tumbennya pihak kepolisian membutuhkan waktu hingga beberapa hari ya,” ujar presenter cantik Rahma Sarita seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Senin (18/7/22).

Biasanya, kata Rahma Sarita, setiap ada peristiwa maka akan langsung ada tersangka dan tertuduh. Bahkan nama tersangka juga sudah biasa dikuliti dengan baik tentang alamat rumah, riwayat hidup, hingga jaringan terorisnya.

Tapi, lanjut dia, kejadian tersebut hanya lazim terjadi jika yang jadi tersangka adalah kalangan Islam.

Menurut Rahma Sarita, biasanya cukup dengan membawa golok dan bendera bertulis “La Ilaha Illallah” saja sudah ditangkap dan dituduh makar.

“Nah ini pak, ada detonator sampai satu dus pak, kemudian TNT dan ada senjata AK-47. Masak kata pihak kepolisian ini biasanya digunakan untuk pertambangan. Pak, AK-47 itu untuk menembakin siapa pak, harus diusut tuntas, masak untuk pertambangan juga,” tegasnya.

Untuk itu, Rahma Sarita mendesak BNPT mengusut tuntas kasus ini. Pemilik dari senjata-senjata dan amunisi tersebut harus bisa diungkap terang benderang.

“Bawa ke persidangan, tunjukkan ke depan publik, agar publik yakin bahwa penanganan teroris di tanah air tidak berstandar ganda,” tutupnya.

(Red/Sumber)