LAKUKAN TINDAKAN AROGAN, KANTOR SUMMARECON DIGERUDUK

News348 Views

Jakarta – Aksi demonstrasi dari massa yang terdiri dari awak media dilakukan di depan gedung Plaza Summarecon, Kelapa Gading Jakarta.

Massa menuntut keadilan pasca dieksekusinya rumah di cluster Maxwell No. 28, di Serpong, Tangerang Selatan.

Aksi dilakukan bermula adanya insiden eksekusi sepihak oleh PT Summarecon Agung Tbk, a leading property developer in Indonesia Gading Serpong pada 20 April 2022 lalu.

“(Mereka) bersikap layaknya preman,” kata Jalintar Simbolon selaku kuasa hukum korban di lokasi aksi, Kamis (12/5/22).

Dia menyebut tindakan Summarecon Gading Serpong telah melanggar aturan dan menganggap dirinya kebal hukum.

“Itu asumsi kami, Summarecon perusahaan property terbesar di Indonesia yang layak ditutup karena arogansinya dan tidak menghormati hukum yang ada di Indonesia,” sambungnya.

Kata dia, persoalan yang terjadi pada Agus Darma Wijaya (ADW) yang rumahnya dieksekusi merupakan sikap buruk yang dilakukan Summarecon. Meski beberapa pelaku sempat ditahan namun kini telah dibebaskan.

Jalintar menilai dengan dibebaskannya para pelaku pasal 170 KUHP atas tindakan pengeroyokan ADW oleh Summarecon, menandakan tidak independensinya Kepolisian Tangerang Selatan dan tidak menghargai penegakan hukum di Indonesia.

“Disinilah Kapolri diuji dan penegakan hukum menjadi pertaruhan, sehingga publik menilai apakah Kapolri melalui Propam Mabes Polri dapat menindak tegas dengan mencopot Kapolres Tangsel beserta jajarannya (pulbaket),” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Indonesia, Mustofa Hadi Karya mengatakan tindakan eksekusi sepihak serta adanya arogansi pengeroyokan terhadap ADW sangat tidak berperikemanusiaan.

“Keputusan Pengadilan saja belum, masih proses sidang Perdata di Pengadilan Negeri Tangerang, kok bisa Summarecon melakukan eksekusi tanpa adanya surat keputusan PN,” beber Opan sapaan akrabnya.

Untuk itu aksi yang digelar di dua titik yakni Plaza Sumamrecon dan Mabes Polri sebagai bentuk perlawanan para jurnalis atas tindakan Summarecon.

“Pada saat peristiwa eksekusi sepihak itu sangat jelas terlihat perbuatan melawan hukum yang dilakukan Summarecon dipertontonkan dengan menutup akses pintu masuk kolega dan para wartawan yang datang ke perumahan Summarecon jalan Cluster Maxwell no 28. Bahkan telah terjadi penyanderaan terhadap istri dan anak-anaknya oleh orang suruhan Summarecon.

“Istri sama anak-anak (ADW) disandera, bahkan barang-barang miliknya dikeluarkan dari rumah melalui pintu belakang kompleks, itu maling alias perampokan karena sampai detik ini belum diketahui keberadaan barang-barang miliknya,” ulasnya.

(Beby)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *