EKONOM PEPS NILAI KONVERSI MCB 3500 WATT SEBAGAI SIASAT PEMERINTAH MENGHAPUS LISTRIK 450 VA

News1700 Views

Jakarta – Ekonom Anthony Budiawan menilai kebijakan pemerintah yang akan mengganti MCB menjadi 3500 Watt merupakan siasat untuk menghapus daya listrik 450 VA.

“Daya listrik 450VA, maksimal 450 watt, tidak cukup untuk kompor listrik. Agar cukup, pemerintah akan mengganti MCB menjadi 3500 watt? Ini artinya sama saja menaikkan daya listrik menjadi 3500 watt. Dan sama saja menghapus 450VA: tidak ada 450VA=3500 watt?” ujar Anthony Budiawan yang juga Managing Direktur PEPS itu melalui akun media sosialnya, Ahad (25/9/22).

Untuk itu dia meminta PLN agar lebih transparan dalam mensosialisasikan program itu kepada masyarakat.

Pasalnya menurut dia perubahan MCB menjadi 3500 Watt berimplikasi pada biaya penggunaan listrik yang melonjak sehingga berdampak banyak rumah tangga miskin yang akan kegelapan karena ketidak mampuan membayar biaya listrik tersebut.

“PLN seharusnya lebih transparan dan mendidik: mengganti MCB menjadi 3500 watt (16 ampere, C16) pada prinsipnya menaikkan daya, mengakibatkan biaya pemakaian listrik melonjak. Kalau mereka tidak mampu membayar, akibatnya runyam: rumah gelap, dan tidak bisa masak. Kemiskinan naik,” ujarnya lagi

Lebih jauh dia mengatakan bahwa jika kebijakan tersebut diterapkan, maka PLN dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI harus bertanggung jawab.

“Kalau sampai itu terjadi, PLN dan Banggar harus tanggung jawab. PLN harus menjamin ketersediaan listrik bagi pengguna kompor listrik hasil konversi kompor gas, meskipun mereka tidak mampu membayar tagihan pemakaian listrik atau mengisi token listrik, akibat daya listrik naik,” imbuhnya.

Dia menambahkkan bahwa konversi kompor gas ke kompor listrik juga  berpotensi meningkatkan kemiskinan, karena biaya pemakaian kompor listrik akan lebih mahal dan membengkak, meskipun menggunakan TDL 450VA atau 900VA.

“Apalagi kalau dibandingkan dengan Elpiji bersubsidi,” pungkasnya.

 

(Red)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *