INDONESIA DAPAT UTANGAN DARI BANK PEMBANGUNAN ISLAM SENILAI 4,2 TRILIUN

Kesehatan1122 Views

Jakarta – Pinjaman pemerintah dari Bank Pembangunan Islam (IsDB) digunakan untuk pengembangan fasilitas layanan ibu dan anak di 6 rumah sakit vertikal pemerintah.

Kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, total dana pinjaman yang disediakan IsDB untuk proyek itu senilai US$ 293 juta atau setara dengan Rp 4,2 triliun.

Salah satu RS yang mendapat kucuran dana pengembangan itu adalah RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah.

Untuk tahap awal, pengembangan ini dilakukan untuk Gedung Pelayanan Ibu dan Anak melalui Program Strengthening of National Referral Hospitals and Vertical Technical Unit (IDN 1031), RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah. Ke depannya juga akan ada RS lainnya.

“Kita mulai dengan rumah sakit di Bali yang merupakan salah satu rumah sakit terbesar di Indonesia,” kata Sri Mulyani saat memberikan pidato kunci dalam acara tersebut di Bali, seperti dilansir CNBC Indonesia, Jum’at (18/11/22).

Dukungan dari IsDB ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat sistem layanan kesehatan nasional.

Sebab, Sri mengatakan, Pandemi Covid-19 memberikan kesadaran baru persoalan kesehatan dan ekonomi tidak bisa dipisahkan.

Untuk itu, sejak tiga tahun terakhir, ia menekankan, pemerintah telah memperkuat anggaran untuk sektor kesehatan hingga lebih dari 5% dari total belanja negara, menjadi 9,4% pada 2022. Nilainya mencapai Rp 255,3 triliun.

“Dengan adanya dana dari IsDB Rp 4,2 triliun ini sebenarnya membuat pendekatan katalik semakin terjadi, tidak dalam hal uang saja tapi lebih dari itu, yaitu kualitas kontrol pelayanan hingga pengembangan layanan kesehatan,” kata Sri Mulyani.

Dia memastikan, akan juga terus mendukung Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk terus melaksanakan reformasi sistem kesehatan di Indonesia. Di antaranya melalui pengembangan layanan rumah sakit berkelas Internasional seperti di Bali ini.

Selain di Bali, dana pinjaman untuk pengembangan RS yang menjadi unit vertikal dengan pemerintah itu juga akan dilaksanakan di RS vertikal alinnya, hingga totalnya 6 RS. Jumlah itu tersebar di 5 provinsi selain yang saat ini dimulai di Bali.

Perinciannya adalah sebagai berikut:

RS Kanker Dharmais, Tower C “Woman and Child Cancer Center” terdiri dari 18 lantai dengan tiga basement

RS Persahabatan, Gedung Respirasi ibu dan anak terdiri dari 8 dan 6 lantai

RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, Gedung Mother and Child Healthcare Centre (MCHC) terdiri dari dari 8 lantai plus 1 basement

RS dr Sardjito, Maternal and Pediatric Tower terdiri dari 8 lantai,

RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, Pusat Layanan Ibu dan Anak terdiri dari 8 lantai dengan 1 unit perparkiran 5 lantai dan 1 basement.

 

(Red/Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *